Hong Kong akan berlakukan pembatasan sosial secara ketat

Hong Kong akan berlakukan pembatasan sosial secara ketat

Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam, memakai masker saat memberikan keterangan media mengenai pandemi global virus corona (COVID-19) di Hong Kong, China, Senin (13/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Tyrone Siu/pras/djo

Munculnya kasus lokal baru-baru ini dari sumber infeksi yang tidak diketahui menunjukkan adanya penularan yang berkelanjutan di masyarakat,
Hong Kong (ANTARA) - Otoritas Hong Kong akan memberlakukan pembatasan sosial secara ketat mulai Selasa tengah malam karena pihak berwenang memperingatkan risiko wabah COVID-19 dengan skala besar dan sangat tinggi.

Langkah-langkah tersebut mewajibkan setiap orang untuk memakai masker saat menggunakan transportasi umum dan restoran tidak akan lagi menyediakan makan dalam layanan dan hanya menawarkan makanan dibungkus untuk dibawa pulang  setelah jam 6 sore.

Upaya tersebut menjadi aturan baru yang tidak diterapkan selama gelombang pertama dan kedua COVID-19 di Hong Kong awal tahun ini.

Jika seseorang tidak mengenakan masker di transportasi umum, mereka akan didenda sebesar 5.000 dolar Hong Kong (atau setara Rp 9.000.000).

Kepala Eksekutif Carrie Lam mengatakan pada hari Senin (13/7) bahwa pemerintah akan membatasi pertemuan kelompok sebanyak empat orang. Pembatasan itu ditujukan bagi warga yang berusia 50 tahun ke atas.

Dua belas jenis tempat usaha termasuk pusat kebugaran dan tempat hiburan harus ditutup selama seminggu.

"Munculnya kasus lokal baru-baru ini dari sumber infeksi yang tidak diketahui menunjukkan adanya penularan yang berkelanjutan di masyarakat," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan Senin malam.

Baca juga: Peneliti Hong Kong: pelapis anti virus beri perlindungan 90 hari
Baca juga: Kesengsaraan pandemi corona paksa restoran ular Hong Kong tutup bisnis


Hong Kong mencatat 52 kasus baru virus corona pada hari Senin, termasuk 41 kasus yang ditularkan secara lokal, kata otoritas kesehatan. Sejak akhir Januari, Hong Kong telah melaporkan 1.522 kasus dan media lokal melaporkan kasus kematian yang kedelapan akibat COVID-19 pada hari Senin.

Pemerintah mengatakan sangat prihatin dengan tingginya jumlah kasus impor dan berencana untuk memberlakukan tindakan lebih lanjut pada wisatawan dari tempat-tempat berisiko tinggi, termasuk mewajibkan pengunjung mempunyai hasil tes COVID-19 yang menyatakan bahwa mereka negatif virus corona sebelum tiba di Hong Kong.

Lam mengatakan langkah-langkah diambil berdasarkan berbagai pertimbangan terkait kesehatan masyarakat, dampak ekonomi dan penerimaan sosial.

Lam mengatakan Hong Kong mungkin perlu hidup berdampingan dengan COVID-19 untuk jangka waktu tertentu.

Lebih dari 13,02 juta orang telah dilaporkan terinfeksi oleh virus corona secara global dan 569.336 orang telah meninggal, menurut hitungan Reuters.

Infeksi telah dilaporkan di lebih dari 210 negara.

Reuters

Baca juga: Kasus COVID-19 menurun, Hong Kong siap longgarkan pembatasan sosial
Baca juga: Polisi Hong Kong bubarkan demonstrasi terbesar sejak wabah corona

Penerjemah: Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pelonggaran PSBB perlu kajian data komprehensif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar