Pengamat prediksi angka kemiskinan Sumut naik lagi hingga triwulan III

Pengamat prediksi angka kemiskinan Sumut naik lagi hingga triwulan III

Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Wahyu Ario Pratomo. (ANTARA/Evalisa Siregar)

Medan (ANTARA) - Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Wahyu Ario Pratomo memprediksi angka kemiskinan di daerah itu masih terus akan bertambah kalau pandemi COVID-19 terus berlangsung.

"Pandemi COVID-19 menimbulkan banyak hal negatif seperti PHK (pemutusan hubungan kerja), usaha bisnis yang terganggu yang membuat kemiskinan bertambah," ujarnya di Medan, Kamis.

Kalau pada Maret 2020, angka kemiskinan di Sumut masih meningkat 0,12 poin dari 8,63 persen pada September 2019 atau menjadi 8,75 persen dari total jumlah penduduk Sumut, maka di September 2020 diperkirakan bakal naik lebih besar.

Prediksi kenaikan angka kemiskinan yang lebih besar minimal hingga September 2020, melihat kondisi ekonomi masyarakat saat ini yang semakin sulit akibat dampak COVID-19.

Baca juga: BI prediksi pertumbuhan ekonomi Sumut 2020 jauh lebih rendah

Baca juga: Pertumbuhan ekonomi Sumatera 2020 diprediksi 2 -2,4 persen


"Angka kenaikan kemiskinan di Maret 2020 bisa lebih kecil karena tertolong dengan perekonomian yang masih bagus di Januari dan Februari 2020 karena COVID-19 belum menjadi pandemi di bulan-bulan itu, " ujar Wahyu yang Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (USU).

Dia juga memprediksi, angka kemiskinan terbesar di pandemi COVID-29 masih tetap di daerah perkotaan.

Kenaikan angka kemiskinan di perkotaan diprediksi mengalami peningkatan lebih besar dari sebesar 0,34 poin pada posisi Maret 2020 dibandingkan posisi September 2019.

"Angka kemiskinan yang terus bertambah akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi semakin tertekan di triwulan II dan triwulan III," ujarnya.

Kalau pandemi COVID-19 masih berlangsung hingga akhir tahun 2020, maka ekonomi Sumut hanya bisa tumbuh di sekitar 2,5 persen atau malah tidak bertumbuh.

Meski pandemi COVID -19 sudah sangat berdampak negatif, namun krisis ekonomi itu diperkirakan tidak untuk jangka panjang.

"Beda dengan krisis moneter dan global yang berdampak jangka panjang, maka krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19 merupakan krisis jangka pendek, " ujar Wahyu.

Kalau pandemi COVID-19 bisa diatasi, maka perekonomian bisa langsung bergerak naik.*

Baca juga: Ekonomi Sumut triwulan I tumbuh 4,65 persen

Baca juga: BI : Pertumbuhan ekonomi Sumut 2020 diperkirakan tinggal 1,2 persen

Pewarta: Evalisa Siregar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sri Mulyani: angka kemiskinan dan pengangguran turun pada 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar