Tapaktuan (ANTARA News) - Banjir bandang yang melanda wilayah Aceh Selatan sejak Minggu (15/11) pagi terus meluas menyusul hujan lebat yang kembali turun di wilayah pantai barat selatan Aceh itu.

Ketua Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Selatan Daska Aziz di Tapaktuan, Minggu, mengatakan luapan Sungai Paya Ateuk dan Silolo mengakibatkan ratusan rumah warga dan lahan pertanian digenangi air dengan ketinggian antara 50 hingga satu meter.

"Sebelumnya hanya 72 unit rumah warga dan SDN Krueng Kale yang digenangi air luapan Sungai Paya Ateuk. Hujan deras yang turun sejak Minggu sore mengakibatkan puluhan rumah warga lainnya di desa Silolo dan Paya Ateuk ikut terendam," kata Daska Aziz.

Didampingi Camat Pasie raja H Rustam, Wakil Bupati Aceh Selatan itu mengatakan selain rumah penduduk di desa Krueng Kale, Silolo dan Paya Ateuk, puluhan rumah warga di desa Panton Luas Kecamatan Samadua juga dilaporkan tergenang air.

"Kami belum bisa memberikan data lebih rinci akibat banjir bandang ini sebab masih ada wilayah yang belum dikunjungi tim Satkorlak dan hingga saat ini belum ada korban jiwa akibat bencana alam itu," katanya.

Meski air telah mengenangi rumah, namum hingga saat ini warga tidak mengungsi.

"Kami mengimbau warga untuk mengungsi ke dataran yang lebih tinggi apabila air terus meningkat apal gi hujan masih mengguyur wilayah Aceh Selatan," katanya.

Anggota DPRK Aceh Selatan Zirhan SP yang dihubungi dari Tapaktuan mengatakan banjir akibat luapan Sungai Silolo dan Paya Ateuk mengakibatkan arus transportasi menuju ke Desa Paya Ateuk terputus.

"Ketinggian air yang mengenangi badan jalan dari Desa Silolo ke Desa Paya Ateuk mencapai 50 centimeter lebih, sehingga sulit untuk dilintasi kendaraan bermotor," kata Jirhan yang berdomisisli di Desa Paya Ateuk.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009