PetroChina sebut satu karyawan dan 3 pekerja subkontraktor terinfeksi

PetroChina sebut satu karyawan dan 3 pekerja subkontraktor terinfeksi

Betara Gas Plant (BGP) PetroChina International Jabung Ltd di Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar). (ANTARA/HO/Domdev-PetroChina)

Jambi (ANTARA) - Manajemen PetroChina Jabung, Ahad, mengonfirmasikan empat pekerjanya di Betara Gas Plant (BGP) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) , dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19.

“Dari keempat pekerja tersebut, satu orang merupakan pekerja PetroChina Jabung dan tiga orang merupakan pekerja subkontraktor,” kata Vice President Human Resources & RelationsPetroChina, Dencio Renato Boele, dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jambi, Ahad.

Berdasarkan hasil tes PCR, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Tanjung Jabung Barat tanggal 18 Juli mengumumkan keempat pasien, yaitu RD (41 tahun), AF (35 tahun), JH (44 tahun) dan ARS (47 tahun) bekerja untuk PetroChina di Kecamatan Betara, TJB.

“Keempat pekerja tersebut menjalani tes PCR tanggal 13 Juli 2020. Saat ini, keempat pekerja berada dalam keadaan baik dan telah mendapat penanganan medis. Hingga saat ini, PetroChina terus melakukan penelusuran kontak (contact tracing) bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19,” kata Dencio.

Baca juga: Empat pasien baru COVID-19 Tanjabbar hasil tracking di PetroChina

Baca juga: 50 persen pelajar hadir di hari pertama uji coba belajar tatap muka


Ia menyebutkan perkembangan terbaru di lapangan yang menyatakan PetroChina akan terus meningkatkan disiplin pelaksanaan protokol pencegahan COVID-19.

Selain mewajibkan pengecekan menyeluruh bagi pekerja lapangan yang akan bertugas di Betara Camp maupun Geragai Camp, PetroChina secara rutin melakukan disinfeksi seluruh area kerja.

“Kami juga mewajibkan para pekerja untuk mengenakan masker saat berinteraksi dengan orang lain, menghindari kerumunan dan mencuci tangan sesering mungkin,” kata Dencio.

Selama pandemi COVID-19, PetroChina Jabung telah mengurangi kegiatan rapat, meniadakan kegiatan yang melibatkan banyak orang, dan mengganti model jamuan makan dari prasmanan menjadi nasi kotak.


Perketat Protokol Kesehatan

PetroChina Jabung memperketat Protokol Kesehatan bagi Seluruh Pekerja di Tengah Pandemi COVID-19 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina International Jabung Ltd., operator Blok Jabung di bawah pengawasan SKK Migas, memperketat protokol kesehatan bagi para pekerja lapangan yang bertugas saat pandemi COVID-19.

Seluruh pekerja yang berasal dari luar Jambi dan dari zona merah di kota Jambi harus menjalani dua kali tes cepat (rapid test) dan karantina selama 10 hari di fasilitas yang disediakan perusahaan sebelum bertugas ke lapangan Jabung.

Mereka juga wajib menyerahkan laporan epidemiologi yang menunjukkan riwayat perjalanan mereka. Pekerja subkontraktor yang bekerja untuk Blok Jabung juga menjalani tes cepat sebelum bekerja. Pekerja diizinkan ke lapangan bila mendapat dua kali hasil non-reaktif saat rapid test.

Tidak hanya menggunakan hasil rapid test, tim medis PetroChina juga memeriksa kondisi fisik pekerja secara menyeluruh. Pengecekan kesehatan yang ketat memungkinkan perusahaan untuk mendeteksi potensi penularan COVID-19.

Sementara itu perkembangan penanganan pekerja yang terkonfirmasi positif, keempat karyawan PetroChina yang terkonfirmasi positif COVID-19 sudah ada di rumah sakit, dan Ahad (19/7) pagi telah dilakukan tes usap (swab) kepada karyawan yang ada di Betara Gas Plant.

Ruang atau tempat kerja tempat mereka juga dilakukan sterilisasi. Pekerjaan masih tetap berjalan normal meski kekurangan tenaga kerja.

Keempat karyawan terkonfirmasi positif COVID-19 itu diserahkan penanganannya kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Tanjung Jabung Barat sesuai dengan prosedur.*

Baca juga: Korem 042/Gapu kirimkan ribuan botol madu untuk Secapa AD

Baca juga: Sembilan pasien COVID-19 di Jambi sembuh

Pewarta: Syarif Abdullah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Area minyak dan gas dengan cadangan 1 miliar ton ditemukan di Xinjiang, China

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar