Kelompok tani muda kembangkan tomat berkualitas substitusi impor

Kelompok tani muda kembangkan tomat berkualitas substitusi impor

Ilustrasi, Tomat (Getty Images)

Tomat beef kualitas import kami tanam untuk memenuhi kebutuhan tomat, yang selama ini masih kita impor
Jakarta (ANTARA) -
Kelompok tani muda dan mandiri asal Cibodas Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat, mengembangkan tomat besar yang selama ini banyak diimpor untuk kebutuhan restoran siap saji, yang dikenal dengan Tomat Beef.

Kelompok tani yang melakukan penanaman Tomat beef di Lembang, Bandung Barat ini, diprakarsai kelompok tani Macakal.

Menurut Ketua Kelompok Tani Macakal, Triana Atri, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, mengatakan pihaknya telah menanam Tomat beef sejak tiga tahun lalu.

Masa tanam tomat sendiri, kata dia, 75 hari dengan sistem tumpang sari yang ditanam di atas lahan satu hektare.

"Tomat beef kualitas import kami tanam untuk memenuhi kebutuhan tomat, yang selama ini masih kita impor," kata Triana Antri.

Triana Antri yang juga petani sukses mengekspor baby bunchis ke Singapura ini, optimistis suatu saat tomat beef lokal dapat menekan dan mengurangi impor tomat.

Menurut Antri, Tomat Beef ini merupakan tomat pelapis untuk burger dan biasa disajikan di restoran cepat saji terkenal di Tanah Air.

Harga jual Tomat Beef senilai Rp14.000 per kilogram dengan kualitas premium dan eksklusif.

"Kita coba dengan sayuran-sayuran eksklusif dengan standar harga jual kualitas terbaik," kata Antri yang biasa dipanggil ke berbagai daerah untuk memotivasi petani modern.

Wabah COVID-19 diakuinya memberi dampak kepada petani Tomat Beef Lembang terutama, terkait harga jual namun petani Lembang masih bisa bertahan.

"Tidak terlalu terpukul meski ada dampaknya," kata Triana Antri.

Baca juga: Tomat, buah seksi berjuta kontroversi
Baca juga: Tomat sayuran atau buah?

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BMKG latih petani tomat pahami iklim

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar