Merebus jeroan kurban tak cukup sekali untuk enyahkan baunya

Merebus jeroan kurban tak cukup sekali untuk enyahkan baunya

Ilustrasi (Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Sama dengan daging kambing, merebus jeroan atau organ dalam hewan termasuk hewan kurban untuk menghilangkan baunya tak cukup hanya sekali, menurut President of Association of Culinary Professionals Chef Stefu Santoso.

Executive Chef Aprez Catering by Amuz Group itu mengatakan, perebusan bisa dua hingga tiga kali walau menggunakan rempah-rempah.

Baca juga: Tips olah bahan kembang kol

Baca juga: Kesalahan umum saat cairkan daging beku


"Sebenarnya yang terbaik jeroan harus dicuci bersih dulu sebelum diolah terutama di dalam usus, kemudian direbus sebentar dengan mempergunakan rempah. Bisa jahe bisa cengkeh kemudian dibuang airnya. Bisa 2-3 kali," kata dia dalam sesi Kuliah WhatsApp (kulwap) bersama media belum lama ini.

Rempah yang umum digunakan antara lain jahe, sereh, cengkeh dan kayu manis.

Stefu menuturkan, buang air rebusan lalu rebuslah kembali jeroan dengan garam dan rempah hingga matang.

"Airnya dibuang untuk menghilangkan kotoran yang ada kemudian direbus hingga matang dengan garam dan rempah," tutur dia.

Ada beragam hidangan yang terbuat dari jeroan, mulai dari rendang paru, gulai otak, satai usus, sego babat, satai uritan hingga rempelo ati goreng.

Baca juga: Lima hal agar salad kentang terasa sempurna

Baca juga: Resep omelet rendang nikmat ala Gordon Ramsay

Baca juga: Drama Korea hingga masak, pelipur lara selama #DiRumahAja

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar