Jamkrindo raih dua penghargaan GRC Award 2020

Jamkrindo raih dua penghargaan GRC Award 2020

Corporate Secretary Jamkrindo Abdul Bari (kanan) dan Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Pemeringkatan UMKM, Konsultasi Manajemen (PUKM) Jamkrindo Ceriandri Widuri menerima penghargaan GRC Award 2020

Jakarta (Antara) -- PT Jamkrindo mendapatkan dua penghargaan dari Governance, Risk, dan Compliance (GRC) and Performance Exellence Award 2020 atas prestasi perusahaan menerapkan GRC dalam proses bisnis maupun operasional serta pemanfatan teknologi sehingga dapat meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan maupun mitra bisnisnya secara optimal. 

Dua penghargaan tersebut meliputi The Best GRC For Compliance & Risk Management 2020 (Financial Service) dengan predikat bintang 4 dan Penghargaan The Best Corporate Secretary 2020.

Corporate Secretary Jamkrindo Abdul Bari mengatakan, pihaknya konsisten menerapkan GRC dalam kegiatan usahanya guna mendukung tata kelola perusahaan yang baik. 

"Keberhasilan implementasi GRC dari semua pihak guna mengidentifikasi profil risiko di unit kerja perseroan," katanya.

Abdul melanjutkan, perusahaan mengidentifikasi, menilai, mengelola dan memonitor delapan jenis risiko yaitu risiko strategis, risiko likuiditas, risiko penjaminan, risiko pasar, risiko reputasi, risiko hukum, risiko operasional dan risiko kepatuhan.

Untuk mengimplementasikan GRC, Jamkrindo juga sudah menerapkan Three Lines of Defense yakni, pilar pertama adalah unit kerja teknis (RTU), pilar kedua adalah divisi Manajemen Risiko dan PUKM, dan pilar ketiga ada Satuan Pengawas Internal (SPI). Ketiga pilar ini membantu tugas direksi dalam mengimplementasikan manajemen risiko di perusahaan.

“Kami juga mengimplementasikan Business Continuity Management (BCM) yang mengidentifikasi potensi dan dampak bencana terhadap operasional perusahaan,” tutur Abdul.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Manajemen Risiko dan Pemeringkatan UMKM, Konsultasi Manajemen (PUKM) Ceriandri Widuri menambahkan, terkait pendemi Covid 19, terdapat beberapa kebijakan yang dilakukan manajemen guna mengantisipasi dampak Covid-19 ke perseroan. 

“Kami menetapkan tiga langkah strategi, yang pertama adalah people protection, kedua safe the bottom line, dan ketiga safe business contunuity,” kata Ceri.

Terobosan lainnya adalah penggunaan aplikasi TI yang sangat mendukung operasional perusahaan dan kegiatan layanan kepada pelanggan di era new normal saat ini. 

“Untuk administrasi dan dokumentasi kita sudah memakai e-office, untuk memonitor kegiatan kita sudah pakai SIPP (sistem informasi performa penjaminan), sistem pendukung bisnis secara online dengan mitra kerja, serta juga sudah ada sistem informasi manajemen risiko (SIMR)," pungkasnya.

Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemerintah kucurkan Rp6 triliun bantu UMKM

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar