London (ANTARA News) - Dolar menguat terhadap euro pada Jumat waktu setempat, menyusul laporan bahwa kehilangan pekerjaan di AS tak terduga menyipit tajam pada November dan tingkat pengangguran menurun.

Mata uang tunggal Eropa diperdagangkan 1,4885 dolar pada akhir hari perdagangan, turun dari 1,5045 dolar akhir Kamis di New York.

Sementara itu dolar menjadi 89,91 yen, naik dari 88,30 yen.

Data pekerjaan disambut gembira investor yang melihatnya sebagai menggembar-gemborkan kemungkinan sebuah pemulihan perluasan pekerjaan AS.

Dolar akhir-akhir ini cenderung melemah di tengah berita ekonomi AS yang positif, yang dapat mendorong investor untuk mencari mata uang -- seperti mata uang euro -- yang dilihat sebagai berisiko daripada greenback.

Tapi data Jumat mendorong dolar, meredakan kekhawatiran pasar tentang kesehatan "rebound" AS dari sebuah resesi.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah kehilangan pekerjaan jatuh menjadi 11.000 pada November dari 111.000 pada Oktober, dengan tingkat pengangguran turun dari 10,2 persen menjadi 10,0 persen dari angkatan kerja.

Angka tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja bergerak mendekati wilayah positif, memberikan kesan perekonomian sedang mendekati pertumbuhan pekerjaan yang diperlukan untuk mempertahankan pemulihan yang rapuh.

"Ini adalah tanda lain bahwa resesi berakhir, bahkan jika sebuah pemulihan kuat belum terjamin," kata Avery Shenfeld, ekonom senior CIBC World Markets.

"Kami masih cukup jauh dari pekerjaan 150.000 sebulan dan di atas untuk konsisten membawa tingkat pengangguran turun. Tapi saya pikir kami akan mulai melihat beberapa perekrutan (mempekerjakan) positif bersih pada kuartal pertama dan yang akan berfungsi sebagai penopang terhadap penurunan kembali ke dalam resesi."

Di City Index, analis Joshua Raymond mengatakan "jumlah daftar gaji non-pertanian sangat luar biasa dan itu kejutan besar ke pasar, tapi tetap satu yang fantastis".

"Pasar telah memperkirakan penurunan sebesar 130,000 namun fakta bahwa penurunan ini hanya 11.000 juga menunjukkan bahwa investor mungkin terlalu konservatif dengan aspirasi dan pemulihan ekonomi yang mungkin digambarkan jauh lebih baik daripada yang kita antisipasi saat ini."

Di London pada Jumat, euro berpindah tangan pada 1,4885 dolar terhadap 1,5045 dolar pada akhir Kamis, 133,84 yen (132,88), 0,9013 pound (0,9098) dan 1,5087 franc Swiss (1,5069).

Dolar berdiri di 89,91 yen (88,30) dan 10.136 franc Swiss (1,0013). Pound berada pada 1,6513 dolar (1,6532).

Di London Bullion Market, harga emas bergeser ke 1.190.25 dolar per ons pada penetapan dari 1.208,75 akhir Kamis, ketika emas juga mencapai rekor tertinggi 1.226,56 dolar per ons.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009