Status tiga sekolah filial di perbatasan RI-Malaysia siap jadi negeri

Status tiga sekolah filial di perbatasan RI-Malaysia siap jadi negeri

Sejumah siswa sekolah perbatasan Indonesia-Malaysia menikmati internet melalui Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (M-PLIK) di Kelurahan Tanjung Harapan, Nunukan Kaltim, Sabtu (15/12/2012). FOTO ANTARA/M Rusman/ss/nz/aa.

Jadi cuma tiga sekolah yang dianggap memenuhi syarat setelah dilakukan survei kelayakan untuk diubah statusnya menjadi sekolah negeri yaitu SMP Semaja Kecamatan Seimenggaris, SD Sekapal Kecamatan Serimenggaris dan SD Kampung Tellang Binalawan, Kecama
Nunukan, Kaltara (ANTARA) - Tiga sekolah "filial" di Kabupaten Nunukan, yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, dalam waktu dekat ini bakal diubah statusnya menjadi negeri setelah dinyatakan memenuhi syarat kelayakan oleh tim survei dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan, Junaedi di Nunukan, Selasa menjelaskan, ketiga sekolah yang layak berubah
status dari filial menjadi negeri adalah SMP Semaja di Kecamatan Seimenggaris yang merupakan filial SMPN 01 Seimenggaris, SD Sekapal, Kecamatan Serimenggaris filial SD 009 Sei Fatimah, Kecamatan Nunukan dan SD Kampung Tellang, Desa Binalawan di Kecamatan Sebatik Barat.

Filial pengertiannya adalah kelas jauh, yaitu kelas yang dibuka di luar sekolah induk yang diperuntukkan bagi peserta didik yang tidak tertampung di sekolah tersebut, baik karena keterbatasan kursi (ruang kelas) atau jarak tempat tinggal siswa-siswi yang jauh.

"Dari ketiga sekolah ini, Alhamdulillah sudah memenuhi syarat dan memang sudah layak dinegerikan. Surat keputusan (SK) persetujuannya tinggal ditandatangani Bupati Nunukan," katanya.

Baca juga: Pasukan TNI penjaga perbatasan di Papua mengajar di sekolah perbatasan

Baca juga: Lima sekolah di perbatasan Indonesia-Filipina diresmikan Wamen PUPR

Baca juga: Mendikbud diminta perhatikan laboratorium dan tunjangan khusus guru di perbatasan

Ia menjelaskan sebenarnya ada beberapa sekolah berstatus filial selama ini yang diajukan untuk berubah status menjadi negeri. Namun
hanya tiga sekolah tersebut yang dianggap layak dan memenuhi syarat.

Sekolah filial lain yang diajukan adalah SD filial di Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara, SD filial Prona di Kecamatan Seimenggaris dan SD
di SP 5 Sebakis, Kecamatan Nunukan yang induknya di SDN 02 Seimenggaris.

"Jadi cuma tiga sekolah yang dianggap memenuhi syarat setelah dilakukan survei kelayakan untuk diubah statusnya menjadi sekolah negeri
yaitu SMP Semaja Kecamatan Seimenggaris, SD Sekapal Kecamatan Serimenggaris dan SD Kampung Tellang Binalawan, Kecamatan Sebatik
Barat," katanya.

Sedangkan tiga sekolah lainnya, belum memenuhi syarat kelayakan. Tetapi khusus SD yang berada di Kawasan Transmigrasi SP5 Sebakis
Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan sebenarnya telah memenuhi persyaratan untuk dimandirikan.

Junaedi menyatakan, jumlah murid SD yang terletak di SP5 Sebakis ini sudah hampir 100 orang, lahan gedung belajar sekarang telah
dihibahkan.

Hanya saja, kata dia, untuk tenaga guru semuanya masih berstatus honorer dan tamatan SLTA saja sehingga belum memenuhi syarat.

Ia menceritakan, kondisi SD di kawasan transmigrasi SP5 Sebakis tersebut sangat memrihatinkan karena ketiadaan akses ke luar masuk di kawasan tersebut.

"Kalau SD Filial di SP5 Kawasan Transmigrasi di Sebakis itu menurut pertimbangan saya sudah layak karena siswanya sudah hampir 100
orang. Kondisinya juga sangat memrihatinkan karena tidak ada akses ke luar masuk dari dan ke daerah lain di sekitarnya," katanya.

Ia menambahkan letak sekolah di kawasan transmigrasi ini sangat terisoliasi.

Mengenai biaya operasional, termasuk gaji tenaga guru dan pengadaan sarana prasarana SD filial SP 5 Sebakis ini berasal dari dana BOS SDN 02 Seimenggaris.

"Semua tenaga gurunya hanya tamatan pendidikan SLTA," katanya.

Menyinggung pengadaan tenaga guru berstatus negeri terhadap ketiga sekolah yang akan di-negerikan dalam waktu dekat ini, Junaedi
berjanji akan segera memetakan dan mendistribusikannya, termasuk kepala sekolah pada ketiga sekolah ini dalam waktu dekat ini akan
ditempatkan.

"Selama ini sudah ditempatkan pelaksana tugas kepala sekolah," demikian Junaedi.

Baca juga: Warga perbatasan hibahkan lahan demi pendidikan anak-anaknya

Baca juga: Palembang buka sekolah filial untuk anak jalanan

Baca juga: Anak-anak di perbatasan lebih memilih sekolah ke Malaysia

Baca juga: Pemprov Bali Akan Bangun Gedung SD Filial

Baca juga: Sekolah perbatasan sepi peminat

Pewarta: Rusman
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Purna tugas Yonif 133/Yudha Sakti di perbatasan RI - Malaysia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar