Pemprov Kalimantan Utara kekurangan 3.741 PNS

Pemprov Kalimantan Utara kekurangan 3.741 PNS

Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Dokumen Pemprov Kaltara

Tarakan (ANTARA) - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengemukakan hingga Mei 2020, jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di provinsi itu hanya 3.880 orang dan untuk memenuhi jumlah ideal, provinsi itu masih kekurangan 3.741 pegawai berstatus PNS.

"Jumlah PNS secara keseluruhan di lingkungan Pemprov Kaltara idealnya 7.621 orang, namun saat ini terpenuhi 3.880, sehingga masih kekurangan 7.621 orang," kata Kepala Sub Bidang Pengadaan dan Pensiun Pegawai BKD Provinsi Kaltara Arya Mulawarman di Tanjung Selor, Kamis.

Baca juga: 50 pasien positif COVID-19 di Kaltara dinyatakan sembuh

Baca juga: Kaltara sabet terbaik regional Kalimantan sensus penduduk daring


Hal tersebut berdasarkan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisa Beban Kerja (ABK) sebelum diberlakukannya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 56/2019 tentang Pedoman Nomenklatur dan Unit Kerja Sekretariat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Jumlah ideal PNS setelah perubahan struktur organisasi, berdasarkan Permendagri No. 56/2019, bertambah menjadi 7.793 orang atau ada penambahan 172 orang,” kata Arya.

Dia mengungkapkan bahwa untuk memenuhi jumlah ideal tersebut, Pemprov Kaltara selalu mengajukan usulan formasi calon PNS setiap tahun, termasuk formasi CPNS 2021.

“Kita usulkan 1.500 formasi, dapat 500 atau 300, selalu ada pengurangan setiap pengusulan. Ini memang menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,” katanya.

Baca juga: Warga pesisir Bulungan-Kaltara dapat pengobatan gratis dokter terbang

Kebutuhan PNS juga dapat terpenuhi dari proses mutasi, PNS yang mau ke Pemprov Kaltara dan PNS dengan ikatan dinas.

Untuk saat ini, Arya berharap PNS Pemprov Kaltara dapat memaksimalkan kinerjanya, khususnya di masa pandemi COVID-19.

“Harapannya para PNS di Kaltara dapat mengembangkan diri, terutama tenaga teknis dan guru, karena pekerjaan saat ini lebih ke arah digitalisasi,” katanya.

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden bagikan 1.000 sertifikat tanah untuk warga Kaltara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar