Formula 1

Verstappen tak sangka bakal menang, tapi puji strategi timnya

Verstappen tak sangka bakal menang, tapi puji strategi timnya

Pebalap tim Red Bull Max Verstappen melakukan selebrasi bersama anggota tim setelah memenangi Grand Prix 70th Anniversary di Sirkuit Silverstone, Inggris, Minggu (9/8/2020) Reuters/Bryn Lennon

Jakarta (ANTARA) - Max Verstappen mengakui ia tidak menyangka bisa mematahkan kemenangan beruntun Mercedes musim ini tetapi menyebut hasil positif dalam balapan Grand Prix peringatan 70 tahun Formula 1 sebagai buah dari ketepatan strategi timnya, Red Bull.

Verstappen mengawali lomba di Sirkuit Silverstone, Inggris, Minggu, dengan ban kompon hard, strategi yang berlawanan dengan Mercedes yang menggunakan medium di dua slot start terdepan.

Pirelli kali ini membawa kompon ban yang lebih lunak untuk mengantisipasi sejumlah insiden pecah ban seperti yang terjadi di Grand Prix Britania di sirkuit yang sama di mana Hamilton menjuarai balapan itu secara dramatis dengan ban depan kiri yang pecah hingga finis.

Verstappen paham peluangnya memanfaatkan perbedaan ban itu adalah lewat start yang bagus dan dia melakukannya ketika melewati mobil Racing Point Nico Hulkenberg untuk posisi tiga di tikungan pertama.

Dari sana, Verstappen terus menekan duet Mercedes di stint pertama balapan sepanjang 52 putaran itu. Dia bahkan diinstruksikan oleh tim untuk menahan diri.

Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil karena dua mobil Mercedes itu mendapati ban mereka melepuh ketika berusaha menjaga kecepatan mereka tetap tinggi. Verstappen mampu menjaga degradasi bannya seminimal mungkin untuk mengamankan kemenangan pertama bagi Red Bull musim ini, dan kemenangan di Inggris sejak terakhir kali juara di Silverstone pada 2012.

Baca juga: Verstappen kalahkan duet Mercedes pada balapan hari jadi F1 ke-70

"Aku tidak mengiranya," kata Verstappen seperti dilansir laman resmi Formula 1.

"Tapi setelah stint pertama, kami sepertinya sangat baik dengan ban. Tentunya, ada tanda tanya: 'bagaimana Mercedes melaju dengan ban hard itu?'

"Tapi kami sangat cepat dengan mobil ini, aku tidak terlalu memiliki masalah dengan ban, kami terus menekan. Hasil yang luar biasa menang di sini, ini hari yang luar biasa, semua bekerja sangat baik, kami memiliki strategi yang tepat, semuanya berjalan mulus dan aku sangat senang bisa menang."

Ban hard yang dipakai Verstappen sejak awal membawanya memimpin lomba dan bertahan hingga lap ke-26 sebelum pitstop untuk berganti ban medium -- Bottas mengganti bannya di lap 13 dan 32 dan Hamilton di lap 14 dan 41.
 

Enam lap berselang, Verstappen pitstop untuk kedua kalinya, kali ini kembali menggunakan ban hard untuk dipakai hingga finis.

Hamilton mengakui masalah ban yang melepuh, serupa dengan yang ia alami di balapan sebelumnya. Demikian juga Bottas yang dibuat frustrasi tidak bisa memaksa ban di balapan hari itu.

"Segera setelah aku mulai memaksa bannya menjadi berantakan. Banyak pembengkakan sedangkan aku melihat Red Bull tak memilikinya," kata Bottas.

Baca juga: Bottas raih pole position di Silverstone, Hulkenberg buat kejutan

Hasil itu berarti Verstappen meraih tiga dari sembilan kemenangannya di Formula 1 dari posisi start keempat, menunjukkan strategi luar biasa dari tim Red Bull dan determinasi sang pebalap asal Belanda itu.

Kini Verstappen naik ke peringkat dua klasemen, terpaut 30 poin dari Hamilton yang berada di puncak setelah lima balapan.

Seri keenam akan digelar pekan depan di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol.

Baca juga: Positif COVID-19, Perez kemungkinan besar membalap kembali di Spanyol
Baca juga: Cuma pengganti, Hulkenberg memukau di Silverstone

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar