Ganjil genap tak membuat masyarakat beralih ke transportasi umum

Ganjil genap tak membuat masyarakat beralih ke transportasi umum

Polisi menilang pelanggar aturan ganjil-genap di Jakarta Pusat. Kasatlantas Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Lilik Sumardi mengatakan pelanggaran paling banyak di tiga lokasi, yaitu Jalan Kramat, Jalan Suryopranoto, dan Jalan Gunung Sahari. (ANTARA-HO/Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat)

tujuan kita melakukan pembatasan ini sebagai instrumen pengendalian pergerakan orang di tengah-tengah pandemi COVID-19
Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan pemberlakuan sistem ganjil genap kendaraan selama sepekan tidak lantas membuat masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.

"Sampai saat ini dari pantauan kami, masyarakat tidak beralih ke angkutan umum karena tujuan kita melakukan pembatasan ini sebagai instrumen pengendalian pergerakan orang di tengah-tengah pandemi COVID-19 khususnya pelaksanaan PSBB masa transisi," kata  Syafrin  saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Kendati demikian, Syafrin menilai hal tersebut akan berubah karena saat ini  masih pada tahapan sosialisasi.

"Tetapi Minggu depan baru kita dapatkan data riilnya setelah dilakukan penegakkan hukum terhadap pelanggar ganjil genap," ujarnya.

Baca juga: Belasan pengendara melanggar ganji-genap di Tomang

Syafrin mengatakan tujuan dari kebijakan ganjil genap di tengah PSBB transisi sebagai instrumen pengendalian pergerakan masyarakat di tengah pandemi COVID-19, agar mobilitas warga tidak tinggi.

"Sehingga tidak terjadi kerumunan-kerumunan atau keramaian pada pusat-pusat kegiatan yang kita harapkan di sana pun tetap menerapkan prinsip-prinsip protokol kesehatan," ujarnya.

Baca juga: Polres Jakpus tilang 75 pelanggar ganjil-genap di pagi hari

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta mencatat terjadi kenaikan jumlah penumpang transportasi umum sebesar 2,05 persen di moda transportasi umum setelah diberlakukannya kebijakan ganjil genap pada Senin (3/8) lalu.

"Volume lalu lintas terjadi penurunan sekitar dua persen di titik pemantauan. Kemudian angkutan umum secara rata-rata naik 2,05 persen tetapi dari proporsinya itu TransJakarta naik 2,62 persen. MRT turun delapan persen," kata Syafrin Liputo saat dihubungi, Selasa (4/8).

Baca juga: Tilang ganjil-genap perdana didominasi pendatang dari luar DKI

Berdasarkan data milik Dishub, terjadi penambahan jumlah penumpang di TransJakarta sebanyak 4.333 orang atau sekitar 2,62 persen. Angka itu diperoleh dari selisih jumlah penumpang pada 3 Agustus 2020 sebanyak 169.517 orang dengan jumlah penumpang pada 27 Juli sebanyak 165.184 orang.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Riau siapkan 2 hotel bintang 4 untuk pasien COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar