Selama pandemi, pengguna Zenius naik signifikan

Selama pandemi, pengguna Zenius naik signifikan

Zenius memasang videotron di kawasan bisnis Sudirman (SCBD) Jakarta dan mengundang para tutor di platformnya untuk berbagi ilmu dan menjawab pertanyaan para penonton secara live pada 7 Agustus 2020. (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Penyedia aplikasi teknologi edukasi (edutech) Zenius mengatakan bahwa selama pandemi dan kegiatan belajar mengajar (KMB) online, penggunanya di seluruh Indonesia naik signifikan.

Di Bangka Belitung misalnya, naik 167 persen, Kalimantan Tengah 110 persen, dan Papua 108 persen, yang membuktikan bahwa teknologi digital membantu modernisasi akses pendidikan hingga ke daerah-daerah di Indonesia.

"Dari 16 tahun pengalaman kami mendampingi para siswa di Indonesia, kami telah menyadari bahwa interaksi antara guru dan siswa merupakan salah satu faktor penting untuk mensukseskan KBM," kata Rohan Monga, Chief Executive Officer Zenius Education di Jakarta, Selasa.

Melihat pentingnya interaksi guru dan siswa, Zenius menyediakan fitur Zenius Live Class yang dapat diakses secara gratis oleh semua siswa di Indonesia. "Kami berharap para siswa akan menjadi lebih semangat untuk belajar karena bisa mendapatkan pengalaman semirip mungkin dengan ruang kelas pada umumnya,” lanjut Rohan.

Bahkan pada 7 Agustus lalu, Zenius membuktikan kemampuan fitur Zenius Live Class melalui kampanye Zenius Education #IniBeneranLive. Zenius memasang videotron di kawasan bisnis Sudirman (SCBD) Jakarta dan mengundang para tutor di platformnya untuk berbagi ilmu dan menjawab pertanyaan para penonton secara live.

Zenius ingin membuktikan bahwa berkat kecanggihan teknologi, kegiatan belajar mengajar dapat berjalan di mana saja dan kapan saja, bahkan di pinggir jalan raya.

Sistem pendidikan digital yang ditawarkan Zenius, menurut Rohan, tidak hanya memberikan kepraktisan, kemudahan, dan akses yang lebih merata bagi semua pelajar. Menurut riset dari Shift Learning, seorang siswa bisa mengingat 25-60 persen materi yang diajarkan secara online, dibandingkan hanya 8-10 persen materi yang diajarkan di ruang kelas biasa.

Hal ini disebabkan karena para siswa bisa belajar dengan lebih optimal. Melalui sistem KBM online, siswa dapat mengatur cara belajar sendiri, mencatat, merangkum, dan memahami suatu konsep secara lebih mendalam.

Kehadiran sistem pendidikan virtual merupakan satu-satunya solusi di tengah pandemi COVID-19. Secara global, saat ini terdapat lebih dari 1,2 miliar anak-anak di 186 negara di dunia yang mengalami penutupan sekolah dan mengikuti KBM secara online dari rumah masing-masing.

Melihat pentingnya peran sektor edutek bagi para pelajar Indonesia, Zenius telah mengerahkan semua anggota tim untuk memberikan pelayanan maksimal dan inovasi-inovasi baru sesuai dengan perkembangan zaman.

Didesain dengan interaktif, setiap sesi pengajaran Zenius Live Class dipandu oleh tutor dari berbagai mata pelajaran dan dilengkapi dengan fitur Live Chat agar siswa dapat berinteraksi dan bertanya langsung, layaknya di ruang kelas biasa.

Di masa depan, terutama pasca-COVID, bukan tidak mungkin jika sistem pendidikan di Indonesia pun berevolusi perlahan-lahan. Siswa mungkin tak harus datang lagi secara fisik ke sekolah, kecuali untuk mata pelajaran tertentu.

Berdiri sejak tahun 2004, Zenius terus berevolusi menghadirkan konten-konten edukasi yang dapat membantu setiap orang, terutama para pelajar Indonesia, untuk mendapatkan ilmu-ilmu baru. Setelah 16 tahun berdiri, kini Zenius sudah memiliki sekitar 80 ribu video yang dapat diakses secara gratis melalui aplikasi maupun website.


Baca juga: Fitur tanya-jawab, favorit siswa selama belajar "online"

Baca juga: Pengguna aplikasi belajar online melonjak 100 persen lebih saat corona

Baca juga: Belajar online Zenius bisa diakses gratis lewat Gojek

Pewarta: Suryanto
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar