Jakarta (ANTARA) - Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hasan Bisri menjelaskan BPK menemukan paling tidak ada sembilan temuan pada audit investigasi terhadap Bank Century yang patut diduga terjadi pelanggaran.

"Dari sembilan temuan pelanggaran tersebut BPK menyimpulkan Bank Indonesia (BI) tidak memberikan data-data dan informasi lengkap kepada Menteri Keuangan sebelum diputuskan sebagai bank gagal berdampak sistemik," kata Hasan Bisri pada rapat Panitia Angket Kasus Bank Century di Gedung DPR, Jakarta, Rabu.

Dijelaskan Hasan Bisri, pelanggaran tersebut sudah terjadi sejak lama yakni sejak menjelang proses merjer tiga bank menjadi Bank Century pada 2001 hingga Bank Century dicabut dari status SSU (dalam pengawasan intensif BI) oleh BI pada Agustus 2009.

Menurut dia, menjelang proses merjer dari tiga bank (CIC, Piko, dan Dampak) menjadi Bank Century telah terjadi pelanggaran yakni pada saat akuisisi oleh sebuah lembaga keuangan asing bernama Cingkara yang belum mendapat persetujuan dari BI.

"Namun Gubernur BI saat itu membantu memuluskan proses merjer Bank Century," katanya.

Kemudian setelah dilakukan merjer, kata dia, pengawasan yang dilakukan BI lemah, karena membiarkan Bank Century melakukan rekayasa dokumentasi.

Temuan BPK yang lain, kata dia, patut diduga fasilitas pinjaman jangka pendek (FPJP) yang diberikan Bank Indonesia kepada Bank Century melanggar aturan.

"Sebenarnya Bank Century tidak memenuhi syarat untuk menerima FPJP, tapi BI mengubah aturan FPJP dengan meringankan persyaratannya," kata dia.

Hasan Bisri juga menjelaskan sejumlah temuan lain yang diduga terjadi pelanggaran aturan.

Ketua BPK Hadi Purnomo menegaskan, BPK tidak puas atas penjelasan BI soal Bak Century dan meminta BI bisa memberikan penjelasan yang jelas dan profesional.

Setelah mendengar penjelasan dari pimpinan BPK, rapat panitia angket dihentikan sementara selama satu jam untuk istirahat dan dilanjutkan mulai pukul 13.30.

Pimpinan BPK diundang panitia angket untuk memberikan penjelasan guna pendalaman laporan audit investigasi BPK terhadap Bank Century.

Rapat panitia angket dipimpin ketua Idrus Marham (FPG) yang didampingi tiga wakilnya yakni Gayus Lumbuun (FPDIP), Mahfud Siddiq (FPKS), dan Yahya Sacawiria (FPD).

Pimpinan BPK hadir seluruhnya yakni ketua Hadi Purnomo didampingi seluruh anggota.(*)

Pewarta:
Editor: Heru Purwanto
Copyright © ANTARA 2009