Jakarta (ANTARA News) - Tiga tokoh yakni H.M. Arbi, Teguh Boediyana, dan Agung Sudjatmiko, menyatakan siap memimpin Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin). Dekopin rencananya akan menggelar rapat anggota khusus pada 19-20 Desember yang diselenggarakan secara bersama oleh dua kubu yang berseteru.

"Saya memberanikan diri untuk ini karena saya tahu apa yang saya lakukan adalah untuk sesuatu yang baik bagi koperasi di Indonesia," kata Teguh Boediyana yang selama ini menjabat sebagai Ketua Dewan Persusuan Nasional, dalam acara Temu Media di Lagoon Cafe Jakarta, Kamis.

Tidak disebutkan secara khusus akan ada pemilihan ketua baru dalam agenda rapat tersebut, tetapi menurut Teguh agenda apa pun bisa terjadi selama rapat anggota.

"Rapat anggotalah yang memegang kekuasaan tertinggi dalam Dekopin," katanya.

Teguh sendiri yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia, memberanikan untuk mencalonkan diri lantaran prihatin dan merasa peduli terhadap semakin redupnya peran koperasi dalam perekonomian nasional.

"Padahal koperasi adalah instrumen yang dapat menjadi salah satu solusi semua persoalan bangsa kita," katanya.

Selain Teguh, Ketua Inkopkar, HM Arbi pun santer disebut-sebut akan menjadi salah satu calon dalam bursa pemilihan Dekopin.

Agung Sudjatmiko yang mantan ketua Kopindo juga menyatakan masih memiliki energi muda yang potensial untuk menggarap koperasi di tanah air. "Saya masih memiliki energi dan jiwa muda untuk ikut membangun koperasi," katanya.

Ia mengaku didukung oleh banyak tokoh muda koperasi. Menurut dia, generasi terdahulu sebelumnya yang memimpin Dekopin justru terlibat perseteruan yang tak kunjung usai.

"Agenda rekonsiliasi Dekopin kalau bisa jangan mengoplos pimpinan pengurus," katanya.

Sejumlah Dekopinwil telah menyatakan dukungan pada tokoh-tokoh muda tersebut di antaranya dari Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Jambi, Maluku, Papua Barat, dan Kalimantan Selatan.

Ketua Bidang Litbang Dekopinwil Gorontalo, Halim Abdullah, mengatakan, harus ada pembaharuan dalam gerakan koperasi yang penuh dengan dinamika.

"Selain itu kita menginginkan tidak ada lagi dualisme Dekopin, Dekopin harus utuh, satu komando," katanya. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009