Waspadai lahar panas erupsi Gunung Sinabung, sebut BPBD Karo

Waspadai lahar panas erupsi Gunung Sinabung, sebut BPBD Karo

Erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. (FOTO ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Karo)

Masyarakat harus tetap hati-hati jika terjadi erupsi Gunung Sinabung, bisa saja terjadi lahar panas yang disemburkan dari gunung tersebut,
Medan (ANTARA) - Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara Natanail Perangin-angin meminta  kepada warga agar tetap mewaspadai terjadinya lahar panas yang berasal dari erupsi Gunung Sinabung.

"Masyarakat harus tetap hati-hati jika terjadi erupsi Gunung Sinabung, bisa saja terjadi lahar panas yang disemburkan dari gunung tersebut," katanya saat dihubungi ANTARA dari Medan, Selasa malam.

Ia menyebutkan selama ini jika terjadi erupsi Gunung Sinabung hanya mengeluarkan debu vulkanik yang bercampur dengan material berupa batu kerikil ukuran kecil.

"Namun jarang terjadi jika erupsi Gunung Sinabung menyemburkan lahar panas yang sangat berbahaya bagi masyarakat," katanya.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo selalu mengingatkan kepada warganya agar selalu waspada jika terjadi erupsi Sinabung, dan meminta jangan sampai lengah karena dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

"Apalagi saat ini, kebetulan memang lagi musim kemarau dan cuaca cukup panas," katanya.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Senin (10/8) sekira pukul 10.16 WIB kembali erupsi dan menyemburkan abu vulkanik.

Erupsi tersebut mencapai ketinggian kolom abu kurang lebih 5.000 meter di atas puncak (7.460 meter di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara.

Saat ini, Gunung Sinabung berada pada status Level III (Siaga) dengan rekomendasi warga maupun petani agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 km dari puncak gunung.

Kemudian radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Sebelumnya, Gunung Sinabung pada Sabtu (8/8) dini hari pukul 01.58 WIB kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2.000 meter di atas puncak (lebih kurang lebih 4.460 meter di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah timur.Erupsi ini terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi lebih kurang 1 jam 44 detik.

Empat kecamatan di Kabupaten Karo terkena dampak erupsi Gunung Sinabung yang menyemburkan abu vulkanik setinggi 2.000 meter. Wilayah yang terdampak abu vulkanik itu yakni Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Berastagi, Kecamatan Simpang 4 dan Kecamatan Merdeka, demikian Natanail Perangin-angin.

Baca juga: Meteorologi prediksi letusan Sinabung hingga ke Malaysia

Baca juga: Penerbangan di Bandara Kualanamu tak terganggu erupsi Sinabung

Baca juga: Pemda diminta proaktif bantu warga terdampak erupsi Gunung Sinabung

Baca juga: Debu vulkanik Sinabung berpotensi meluas hingga ke Medan

Pewarta: Munawar Mandailing
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar