Jakarta (ANTARA News) - Dua kubu Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) yang kubu Adi Sasono dan Nurdin Halid menggelar rapat anggota di Jakarta, Sabtu.

Rapat anggota yang dibuka Menteri Negara Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Menneg KUKM) Syarifuddin Hasan tersebut diikuti oleh 79 anggota Dekopin yang terdiri dari 33 Dekopinwil dan 46 induk koperasi.

Pertemuan secara resmi antara dua kubu Dekopin tersebut merupakan yang pertama setelah Adi Sasono menjadi Ketua Umum Dekopin pada tahun 2005.

Rapat anggota ini terselenggara berkat upaya rekonsiliasi yang dilakukan Kementerian KUKM sejak beberapa waktu lalu.

Menneg KUKM Syarifuddin Hasan yang juga hadir dalam rapat tersebut mengatakan, gerakan koperasi harus menentukan masa depan mereka sendiri. Anggota berhak menentukan sosok yang akan menjadi pemimpin gerakan koperasi sendiri.

Namun, ia mengingatkan mekanisme pengambilan keputusan harus sesuai dengan AD/ART dan jika sudah ada keputusan semua pun harus menerima keputusan tersebut.

Sementara itu Nurdin Halid ketika menyampaikan sambutan mengatakan sangat berbahagia dengan pertemuan tersebut. "Diakui atau tidak, Dekopin ada dualisme kepemimpinan, itu adalah fakta sosial," katanya.

Nurdin yang terpilih secara aklamasi pada Rapat Anggota Dekopin 2004 mengatakan, dirinya siap menerima keputusan rapat anggota. "Apa pun saya terima tapi harus dengan konteks Dekopin," katanya.

Mengenai kemungkinan ia melanjutkan kepemimpinannya, Nurdin mengatakan, sudah tidak berambisi menjadi ketua umum Dekopin. "Namun kalau anggota meminta, saya tidak bisa memasung hak anggota," katanya.

Ia juga meminta semua pihak yang mengikuti rapat anggota tersebut untuk menghargai inisiatif dari Kementerian KUKM yang telah mempersatukan semua pihak yang berseteru dalam satu rapat anggota.

"Mari kita tinggalkan ambisi pribadi, tinggalkan cara-cara lama, mari kita duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini," katanya.

Sedangkan Adi Sasono yang terpilih kembali menjadi Ketua Umum Dekopin pada rapat anggota beberapa bulan lalu mengatakan, rapat anggota ini merupakan langkah untuk mempersatukan gerakan koperasi.

"Seandainya kita tidak bersatu, tugas kita semakin berat. Kita ingin berjalan sesuai AD/ART, kita harus menjunjung tinggi apa yang telah disepakati," katanya.

Meski kedua kubu telah bersatu dalam sebuah rapat anggota, beberapa persoalan prinsip mengenai agenda rapat masih belum bisa diputuskan.

Pihak Adi Sasono tetap menginginkan rapat tersebut tidak mengagendakan pemilihan ketua umum baru. Sebaliknya kubu Nurdin Halid meminta adanya agenda pemilihan ketua umum baru.(*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009