BPBD Kaltara monitor adaptasi kebiasaan baru sektor pendidikan

BPBD Kaltara monitor adaptasi kebiasaan baru sektor pendidikan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara (Kaltara), Andi Santiaji Pananrangi monitoring kesiapan pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Tanjung Selor, Bulungan. Dokumen Pemprov Kaltara

Jika sekolah belum benar-benar siap, metode belajar secara tatap muka diimbau untuk tidak dipaksakan
Tarakan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara  melaksanakan memonitor kesiapan pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru  sejumlah sektor pendidikan yang akan dijadikan sampel di Tanjung Selor, Bulungan.

Pengawasan kesiapan adaptasi kebiasaan baru di satuan pendidikan tidak ada sangkut pautnya dengan kewenangan pembagian tugas satuan pendidikan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kaltara Andi Santiaji Pananrangi di Tanjung Selor, Rabu.

Dijelaskannya dari tiga sekolah sampel yang dipantau, seluruhnya belum cukup siap untuk memulai pembelajaran secara tatap muka antara guru dan siswanya.

Baca juga: Tangani COVID-19, Kalimantan Utara siap "all out"

Jika sekolah belum benar-benar siap, metode belajar secara tatap muka diimbau untuk tidak dipaksakan.

“Jangan sampai ada klaster baru. Jadi semuanya harus siap. Bagaimana protokol siswa masuk melalui gerbang sekolah. Bagaimana protokol di dalam di luar ruang kelas,” kata Andi Santiaji.

Dia meminta sekolah menambah fasilitas instalasi cuci tangan sebab dianggapnya masih kurang.

Baca juga: Gubernur Kaltara atasi krisis bahan pokok penutupan perbatasan

“Orang-orang yang masuk lingkungan sekolah juga harus diperiksa suhu dengan alat thermogun. Tadi ada yang belum menerapkan. Ada juga yang menerapkan, tetapi setelah saya ingatkan," kata Andi Santiaji.

Seharusnya ini sudah menjadi kelaziman di era normal baru seperti sekarang, meskipun siswa belum masuk sekolah.

Jikalau penyelenggaraan pembelajaran tatap muka dilaksanakan, praktis usai penggunaan ruang kelas harus disemprot disinfektan setiap hari.

Baca juga: Persentase kesembuhan COVID-19 di Kaltara sebesar 90,44 persen

Tidak hanya sekolah, BPBD meminta taman bermain dan lingkungan kampus perguruan tinggi  tidak memaksakan diri menerapkan pembelajaran tatap muka jika  memang belum siap sepenuhnya.

Pemprov juga tengah memfinalkan Rapergub tentang Adaptasi Kebiasaan Baru yang di dalamnya termaktub standar-standar protokol kesehatan di tempat-tempat umum dan berbagai sektor, termasuk di satuan pendidikan.

“Menurut pengakuan beberapa pimpinan sekolah dan guru-guru, mereka sudah bosan dengan kegiatan belajar mengajar secara daring," katanya.

Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden bagikan 1.000 sertifikat tanah untuk warga Kaltara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar