Bank Mandiri kembangkan Pusat UKM untuk bantu pelaku usaha

Bank Mandiri kembangkan Pusat UKM untuk bantu pelaku usaha

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar di Kementerian BUMN, Jakarta pada Senin (24/2/2020). ANTARA/Aji Cakti

Di UKM Center ini, pebisnis dapat mendiskusikan berbagai kebutuhan finansial
Jakarta (ANTARA) - Bank Mandiri mengembangkan Pusat Usaha Kecil dan Menengah (UKM) atau Mandiri UKM Center untuk membantu pertumbuhan pelaku UKM agar mampu bertahan dari pandemi COVID-19 serta berkontribusi kepada pemulihan ekonomi nasional.

"Di UKM Center ini, pebisnis dapat mendiskusikan berbagai kebutuhan finansial yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha. Pada tahap awal, kami mengembangkan lima UKM Center," kata Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar dalam pernyataan di Jakarta, Jumat.

Royke mengatakan integrasi layanan dalam pusat UKM ini antara lain produk dana seperti tabungan, giro dan deposito, lalu produk perdagangan seperti LC, SKBDN dan produk trade lainnya, serta produk pembiayaan seperti kredit modal kerja, kredit investasi, maupun kredit lainnya.

Peresmian operasional Pusat UMKM ini dilakukan secara bersamaan di Bandung, Bekasi, Solo dan Jakarta (dua tempat).

Royke mengungkapkan nilai tambah lain yang ditawarkan Pusat UKM ini adalah keberadaan penasihat keuangan serta pelatihan untuk pengembangan usaha nasabah pelaku UKM.

"Sedangkan fungsi konsultasi yang diberikan unit ini juga meliputi business matchmaking, yang akan mempertemukan nasabah pelaku UKM dengan pengusaha sejenis maupun potential buyer," katanya.

Di samping manfaat tersebut, Mandiri UKM Center juga akan membantu pelaku UKM melakukan promosi dan penjualan secara online melalui kerjasama dengan platform-platform, e-commerce dan sosial media.

"Fasilitas ini bisa diberikan karena saat ini kami telah memiliki kerjasama strategis dengan beberapa platform e-commerce," katanya.

Menurut Royke, pengembangan Pusat UKM merupakan kelanjutan dari sejumlah inisiatif strategis yang telah dieksekusi perseroan untuk mengembangkan UKM, antara lain melalui penguatan lini produk pembiayaan perseroan dan digitalisasi proses pengajuan pinjaman.

"Kami berharap berbagai inisiatif layanan bagi pelaku UKM ini mampu memperkuat peran UKM sebagai salah satu pilar ekonomi Indonesia, sekaligus menjadikan Bank Mandiri sebagai mitra keuangan pilihan utama dunia usaha di Tanah Air," katanya.

Saat ini, dukungan perseroan kepada pengembangan sektor UKM juga telah direalisasikan melalui penyaluran pinjaman produktif. Hingga Juli 2020, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit segmen UKM sebesar Rp50,3 triliun, dengan jumlah penerima sebesar 21.895 debitur

Dari nilai tersebut, 10,15 persen atau sebesar Rp5,1 triliun merupakan kredit produktif yang bersumber dari penempatan uang negara di Bank Mandiri berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. PMK.104/2020.

Baca juga: Bank Mandiri gandeng Bukalapak promosikan UMKM binaan
Baca juga: Bank Mandiri gelontorkan stimulus bagi wirausaha muda dukung PEN
Baca juga: BKPM-Kemenkop UKM bersinergi perkuat UMKM hadapi COVID-19

Pewarta: Satyagraha
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Bank Mandiri Cilegon siap salurkan Rp75 miliar untuk UMKM

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar