Wagub DKI minta tiap keluarga punya kader Satgas COVID-19

Wagub DKI minta tiap keluarga punya kader Satgas COVID-19

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan keterangan pers usai mengecek Pasar Palmerah, Jakarta Selatan, Sabtu (20/6/2020). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) meminta tiap keluarga mempunyai satu orang yang ditunjuk menjadi Satuan Tugas (Satgas) Pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19).

"Kami minta setiap rumah menunjuk satu orang sebagai kader COVID-19 atau sebagai satgas atau sebagai apapun yang tugasnya memastikan anggota keluarga memahami dan mengerti bahaya COVID-19," kata Ariza di Balai Kota Jakarta, Jumat.

Satgas di keluarga tersebut, kata Ariza, juga bertugas untuk memastikan setiap anggota keluarga memahami dan senantiasa melaksanakan protokol COVID-19, di antaranya memakai masker tiap hari, cuci tangan dan jaga jarak.

"Jika di unit terkecil di rumah masing-masing sudah disiplin, patuh dan taat, Insya Allah di unit yang lebih besar lagi kita patuh dan taat juga," katanya.

Soal kedisiplinan masyarakat ini diungkapkan oleh Ariza terkait dengan pernyataan bahwa masyarakat Surabaya lebih disiplin dan tertib dibandingkan Jakarta, menjadi kunci Surabaya berubah dari zona hitam, kini menjadi orange.

Baca juga: Ariza minta kantor kurangi kehadiran karyawan di bawah 50 persen
Baca juga: Wagub Ariza nyatakan kapasitas rumah sakit rujukan lebih dari cukup


Menurut Ariza, warga Jakarta kini semakin memahami bahaya COVID-19, meski ada penurunan kepatuhan dan kedisiplinan saat pelonggaran sehingga berakibat pada penyebaran COVID-19, di samping memang banyaknya testing dan tracing yang dilakukan.

"Alhamdulillah dalam beberapa minggu terakhir ini, masyarakat Jakarta lebih baik lagi seiring dengan berbagai regulasi yang kami buat," kata
Ariza.

Regulasi tersebut, di antaranya ganjil-genap yang diberlakukan agar masyarakat tidak bepergian ke luar rumah untuk hal-hal yang tidak penting hingga penindakan disiplin oleh aparat Dinas Tenaga Kerja, Satpol PP dan Kesehatan.

Tidak kurang, kata Ariza, angka denda Rp2,87 miliar dengan jumlah yang didenda tak pakai masker sudah 79.370 dan kantor ditutup ada 31. Peringatan 1 ada 389 dan peringatan 2 ada 101.
 

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Inilah rangkaian acara perayaan HUT DKI Jakarta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar