Sudin SDA Jakpus menormalisasi tiga sungai besar antisipasi banjir

Sudin SDA Jakpus menormalisasi tiga sungai besar antisipasi banjir

Dokumentasi - Sebuah ekskavator mengeruk lumpur di Kali Ciliwung, Jakarta Pusat, Senin (22/12). Pengerukan lumpur sepanjang dua kilometer dengan kedalaman 3-4 meter dari permukaan tanah di aliran kali tersebut guna mengantisipasi banjir yang sering terjadi di kawasan Jakarta. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat melakukan pengerukan atau normalisasi tiga sungai besar sebagai langkah antisipasi banjir.

"Kita keruk dengan kedalaman satu meter masing-masing di tiap sungai. Ada tiga sungai, yaitu Kali Ciliwung, Kali Krukut di Bendungan Hilir dan Kali Utan Kayu di Cempaka Putih," kata Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Pusat Glenn Santista di Jakarta, Jumat.

Pengerukan lumpur di tiga sungai itu menggunakan tujuh unit ekskavator milik Dinas SDA DKI Jakarta.

Untuk Kali Ciliwung ditargetkan dapat dinormalisasi dengan panjang 1,5 kilometer. Sedangkan untuk Kali Krukut direncanakan dikeruk sepanjang 1,2 kilometer dan Kali Utan Kayu akan dikeruk sepanjang 1,8 kilometer.

"Pengerjaan (normalisasi) sudah sejak bulan Maret dan target selesai pada September mendatang karena untuk persiapan mengantisipasi hujan di bulan Oktober," kata Glenn.

Meski sudah dimulai sejak lima bulan yang lalu, namun masih ada kendala dalam proses pengerukan sungai-sungai besar di Jakarta Pusat itu.

Baca juga: Sudin SDA Jakpus membuat 300 drainase vertikal untuk antisipasi banjir
Baca juga: BPBD Jakarta: Warga bantaran sungai Pos Angke Hulu waspada Banjir


Seperti pada pengerukan Kali Krukut, para petugas agak kesulitan untuk membawa lumpur hasil pengerukan karena banyaknya bangunan-bangunan rumah di pinggir sungai sehingga kendaraan operasional tidak dapat menjangkau pengerukan dengan mudah.

"Truk harus menunggu di satu titik, karena keterbatasan lahan parkir sehingga waktu pengerjaan tersendat. Di sisi Kali Krukut itu soalnya banyak bangunan," ujar Glenn.

Setiap hari Suku Dinas SDA Jakarta Pusat mengerahkan 35 kendaraan operasional untuk mengangkut lumpur-lumpur yang dikeruk dalam rangka menormalisasi tiga sungai besar itu.

Dengan detail 22 unit truk berkapasitas menampung lumpur sebesar 22 meter kubik (m3) dan 13 unit truk berkapasitas 8 meter kubik.

Hasil pengerukan di tiga sungai itu akan dibawa para petugas SDA Jakarta Pusat ke tempat pembuangan sedimen lumpur di PLTU Ancol, Jakarta Utara.
Baca juga: Sudin SDA Jakpus membuat 300 drainase vertikal untuk antisipasi banjir

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BMKG: puncak musim hujan diprediksi pada Januari-Februari 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar