Lanjutkan amanah, God Bless tak ubah lagu "Untuk Indonesiaku"

Lanjutkan amanah, God Bless tak ubah lagu "Untuk Indonesiaku"

God Bless (HO)

Jakarta (ANTARA) - God Bless baru saja merilis lagu "Untuk Indonesiaku" yang merupakan karya terakhir dari musisi Areng Widodo.

Demi menjaga amanah yang dititipkan, mereka pun tak mengganti lirik dari lagu tersebut.

Pada Oktober 2019, Ian Antono mengunjungi Areng yang dirawat di Rumah Sakit Paru Dr. Goenawan Partowidigdo di Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Dalam pertemuan itu, Areng membahas lagu ciptaannya dan dia sangat ingin "Untuk Indonesiaku" bisa dibawakan oleh God Bless.

"Buat saya ini harus dan saya enggak berani mengubah satu lirik pun karena itu pesan dari dia. dan lagunya enggak terlalu berubah banyak, hanya aransemennya aja kita tambah-tambah," ujar Ian dalam jumpa pers peluncuran "Untuk Indonesiaku", Selasa.

Baca juga: God Bless rilis lagu baru "Untuk Indonesiaku"

Baca juga: Didi Kempot hingga God Bless terima penghargaan di Hari Musik Nasional


Achmad Albar atau yang akrab disapa Iyek mengatakan dia sangat puas dengan hasil karya Areng. Dia pun tidak keberatan dengan lirik dan aransemen yang sudah dibuat, menurutnya karya Areng sempurna.

"Kita enggak banyak mengubah, pagunya udah sempurna dan aransemennya yang dibuat Ian Antono harmonisasinya juga dapat," kata Iyek.

"Kita terpaku dengan amanah beliau. Mungkin ada yang bilang tidak ada warna God Bless, tapi saya bilang ini God Bless," ujar Abadi Soesman melanjutkan.

Areng Widodo sudah tidak asing lagi bagi grup God Bless. Dia adalah pencipta lagu "Syair Kehidupan" (1980), "Dunia Huru-Hara" (1981) hingga "Dunia Dibakar Api" (1988) dalam proyek solo Achmad Albar. Bersama Donny Fattah, juga pernah bekerja sama menggarap album "Daun Daun Surga" yang dibawakan oleh Bangkit Sanjaya, tahun 1985.

Sementara Ian Antono pernah bekerjasama untuk dua lagunya, "Jarum Neraka" (1984) dan "Tangan-Tangan Setan" (1985) yang melambungkan nama Nicky Astria.

Baca juga: Oding Nasution mantan personel God Bless meninggal dunia

Baca juga: Histori rock Indonesia, lahirnya musisi legenda

Baca juga: Ketika indie menjadi arus utama, bagaimana dengan musik rock?

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar