Kasus positif COVID-19 bertambah empat di Tarakan

Kasus positif COVID-19 bertambah empat di Tarakan

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tarakan, Devi Ika Indriarti. Antara/Susylo Asmalyah

Tarakan (ANTARA) - Kasus positif COVID-19 bertambah empat di Tarakan, dimana salah satunya adalah balita usia 1,5 tahun berinisial AWS warga Kelurahan Karang Harapan yang terpapar dari transmisi lokal.

“Pasien lain yang terkonfirmasi positif COVID-19 berinisial HS (60) warga Kelurahan Karang Harapan, JS (28) warga Kelurahan Karang Harapan dan P (47) warga Kelurahan Kampung Enam,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tarakan, Devi Ika Indriarti di Tarakan, Kamis.

Saat ini jumlah kumulatif kasus konfirmasi sebanyak 116 orang dan jumlah kumulatif pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 sebanyak 89 orang.

Jumlah kasus suspek yang dipantau di Tarakan saat ini sebanyak 50 orang, yakni orang yang dengan gejala ISPA.

Baca juga: 13 kasus positif COVID-19 bertambah di Tarakan

Baca juga: Bila transmisi lokal nihil, Tarakan siap ke adaptasi kehidupan baru


“Atau pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal,” kata Devi.

Orang dengan salah satu gejala ISPA dan 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19, orang dengan ISPA berat atau pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

“Jumlah seluruh kontak erat yang sedang dipantau yang saat ini sebanyak 172 orang. Kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19,” katanya.

Riwayat kontak erat yang dimaksud yakni kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable/kasus konfirmasi dalam radius satu meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih, kemudian sentuhan fisik langsung dengan kasus yang terkonfirmasi seperti salaman, berpegangan tangan dan lain-lain.

Selanjutnya orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus terkonfirmasi tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai standar. Dan situasi lainnya yang mengindikasi adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi.

“Kami sampaikan, kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Tarakan agar selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dengan mengadaptasi kebiasaan baru,” kata Devi.*

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Tarakan bertambah satu orang

Baca juga: Semua pasien COVID-19 di Tarakan dinyatakan sembuh


Pewarta: Susylo Asmalyah
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pedagang pasar di Sumsel mulai divaksinasi COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar