Bamsoet dukung pemberian stimulus dunia usaha

Bamsoet dukung pemberian stimulus dunia usaha

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam peringatan Hari Konstitusi, di Gedung Nusantara IV MPR RI, Jakarta (18/8/20). ANTARA/HO-MPR RI/pri. (ANTARA/HO-MPR RI)

Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung upaya pemerintah memberikan sejumlah stimulus baru bagi dunia usaha, seperti penundaan iuran BPJS Ketenagakerjaan dan pembebasan biaya beban atau abonemen listrik bagi pelanggan sosial, bisnis dan industri.

"Saya mendukung rencana pemerintah tersebut dan berharap langkah yang diambil pemerintah benar-benar dapat merealisasikan stimulus baru bagi dunia usaha guna meringankan pengeluaran dunia usaha di dua aspek, yakni konsumsi energi dan tenaga kerja," jelas Bamsoet dalam siaran pers d Jakarta, Senin.

Bamsoet juga mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan terlebih dahulu struktur biaya perusahaan, khususnya yang berdampak langsung terhadap pengurangan biaya operasional sebelum memberikan insentif bagi dunia usaha.

Baca juga: Hindari resesi, Pemerintah kebut realisasi anggaran dan stimulus PEN

Hal ini mengingat jika tidak dilihat dari struktur biaya dunia usaha maka insentif tersebut akan sia-sia karena tidak dimanfaatkan pengusaha.

Lebih jauh Bamsoet juga mendorong pemerintah terlebih dahulu memetakan dunia usaha yang terdampak negatif dan positif serta sektor-sektor yang terkena dampak COVID-19, termasuk potensi pembiayaan perbankan sehingga dengan cara tersebut pemerintah dapat menjadikan hal tersebut landasan untuk menghitung skema insentif bagi dunia usaha.

Ia juga mendorong pemerintah terus memerhatikan dan berupaya mengakomodasi kebutuhan dunia usaha, guna meringankan beban dan melancarkan arus kas perusahaan.

Baca juga: KemenESDM: Stimulus keringanan listrik dongkrak roda perekonomian

 

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ketua MPR tegaskan tidak ada bahasan 3 periode jabatan presiden

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar