Pentas teater "Tabib dari Timur" hadir secara virtual di akhir pekan

Pentas teater "Tabib dari Timur" hadir secara virtual di akhir pekan

Pentas teater "Tabib dari Timur". (ANTARA/Djarum Foundation)

Jakarta (ANTARA) - Program #NontonTeaterDiRumahAja kembali hadir melalui pentas lakon "Tabib dari Timur", yang akan ditayangkan secara virtual pada Sabtu (29/8) dan Minggu (30/8) pukul 15.00 WIB di laman resmi dan kanal YouTube Indonesia Kaya.

Lakon produksi Trio Kreatif Indonesia Kita yaitu Butet Kartaredjasa, Agus Noor dan almarhum Djaduk Ferianto ini mengisahkan harapan rakyat akan pemimpin yang bisa membawa kemakmuran.

"Selama ini cara kita memandang berbagai persoalan bangsa cenderung dari kaca mata pusat, berbagai persoalan yang terjadi di daerah cenderung dipahami dengan persepsi pusat sebagai kebenaran. Nah, lakon 'Tabib dari Timur' itu membaliknya,” ujar Butet Kartaredjasa, tim kreatif Indonesia Kita melalui keterangannya, Jumat.

Pentas teater ini merupakan rekaman dari pementasan yang diselenggarakan pada 18 dan 19 Maret 2015 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Baca juga: Garin Nugroho gelar workshop di Galeri Indonesia Kaya

Baca juga: Musikal "Bawang Merah & Bawang Putih" padukan kisah rakyat & teknologi


Dengan gaya komedi, dikisahkan pemimpin yang dinanti-nantikan itu akan datang dari Timur. Ia bagai seorang tabib, atau juru sembuh, yang akan menyembuhkan bermacam penyakit bangsa yang kronis, terutama penyakit-penyakit sosial yang mewabah di ibu kota.

Melalui tokoh tabib yang jenaka itu, bermacam persoalan di pusat seperti Jakarta, justru diurai hingga terlihat sisi kelucuannya.

Pertunjukan yang disutradarai oleh Agus Noor ini berkolaborasi dengan koreografer asal Papua, Jecko Siompo dan Jeckos Dance Animal Pop Family.

Selain itu, "Tabib Dari Timur" didukung pula oleh oleh para komedian, seperti Arie Kriting, Akbar, Marwoto, Trio GAM, penyanyi Audrey Papilaya, beberapa sosialita seperti Vivi Yip, Flora Simatupang, F. Nadira, Fitri Wahab, Unkle B serta kelompok Jakarta Street Music sebagai penata musik.

"Melalui lakon 'Tabib Dari Timur' ini, kami menampilkan beragam budaya yang selama ini berada di wilayah pinggiran, atau yang selama ini terpinggirkan,” ujar Agus Noor, tim kreatif, penulis cerita sekaligus sutradara Tabib Dari Timur.

Lakon "Tabib dari Timur" semakin lengkap dengan koreografi artistik yang mengolah khasanah seni budaya Papua, di mana gerak yang bersumber dari tari-tarian Papua itu menjadi semakin dinamis dan unik ketika dimunculkan dalam gaya hip-hop dance.

Jecko Siompo, adalah koreografer kelahiran Papua yang dikenal sangat konsisten mengangkat idiom-idiom Papua dan khasanah gerak dari Indonesia Timur dengan karya-karya tarinya yang unik, kuat dalam gestur, penuh ritme serta energik.

"Semoga penayangan lakon Tabib Dari Timur ini dapat mewarnai akhir pekan serta memperkenalkan dan meningkatkan semangat cinta budaya cinta Indonesia ke hadapan para penikmat seni terutama generasi muda,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Selain itu, Indonesia Kaya bekerjasama dengan Happy Salma, Butet Kartaredjasa dan Ratna Riantiarno mengajak penikmat seni ikut memberikan dukungan bagi pekerja seni panggung budaya melalui KitaBisa.com.

Baca juga: Galeri Indonesia Kaya buat kelas tari jazz virtual

Baca juga: Olivia Zalianty mengaku "gaptek" latihan musikal secara daring

Baca juga: Tantangan Sha Ine Febriyanti perankan Bawang Merah & Bawang Putih

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Situs arkeologi Romawi ditemukan di Yordania

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar