Kupang (ANTARA News) - Aktivitas penerbangan perintis dari dan ke Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, lumpuh akibat cuaca buruk di wilayah itu dalam tiga hari terakhir.

Maskapai domestik yang melayani penerbangan perintis di Bandara El Tari menghentikan aktivitas penerbangannya sampai batas waktu yang tidak ditentukan, kata Asisten Manajer Operasi PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang, Zainal Ismael, Minggu.

Sementara penerbangan non perintis seperti dari dan ke Jakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar tetap beroperasi meski mengalami penundaan (delay) beberapa jam akibat cuaca buruk.

"Penundaan tersebut dilakukan karena pada jam keberangkatan kondisi cuaca sangat tidak bersahabat, sehingga harus menuggu hingga kondisi membaik, baru terbang," katanya.

Pihak operator pesawat di Bandara El Tari Kupang tidak mau mengambil risiko untuk tetap terbang karena bisa mengancam keselamatan jiwa penumpang.

Penerbangan saat cuaca buruk, kata Ismael, sangat berpotensi menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti pesawat tergelincir ataupun kejadian-kejadian lainnya.

Operator pesawat TriganaAir yang melayani penerbangan perintis di NTT, Capten Momi S, ketika dikonfirmasi secara terpisah mengakui dihentikannya layanan penerbangan perintis di NTT.

"Ada sebagian pesawat dengan tujuan di luar NTT beroperasi seperti biasa meskipun harus mengalami delay atau penundaan, tetapi tidak berhenti beroperasi secara total," katanya.

"Kami minta maaf kepada calon penumpang yang menggunakan jasa layanan penerbangan ini, karena kondisi cuaca yang sangat tidak bersahabat sehingga mengganggu jadwal penerbangan di Bandara El Tari Kupang," tambahnya.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010