Denpasar (ANTARA News) - Jumlah uang nasabah beberapa bank yang menjadi korban pembobolan melalui ATM di Bali, telah mencapai lebih dari setengah miliar rupiah, kata Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Gede Alit Widana ketika ditemui ANTARA di Denpasar, Kamis.

"Dari 15 korban yang lapor, total dana yang disebutkan telah `disedot` penjahat mencapai lebih dari Rp500 juta," ucapnya.

Ia mengatakan, dari hasil penyelidikan awal, kasus tersebut merupakan aksi pembobolan dana melalui ATM pada sejumlah bank di Bali.

Selain itu, ada juga seorang korban yang melapor bahwa uangnya yang disinpan di bank telah diambil oleh temannya dengan terlebih dahulu mencuri kartu ATM milik korban, ucapnya.

Munculnya aksi pembobolan bank di Bali, lanjut dia, pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan dibantu tim Mabes Polri.

"Untuk kepentingan pengungkapan, kami telah memeriksa 20 orang saksi serta telah pula melakukan koordinasi dengan pihak bank untuk membantu proses itu," kata Kombes Widana .

Dikatakan, berdasarkan hasil peyelidikan sementara, sistem yang digunakan untuk membobol kartu ATM para nasabah, diduga dengan memasang chips di mesin ATM untuk merekam data dari kartu dan juga adanya pemasangan kamera tersembunyi untuk mengetahui digit nomor PIN milik para nasabah.

"Sistem yang dipakai yakni dengan memasang chips dan kamera untuk merekam data, kemudian dari data yang didapat dibuat kartu ATM baru sebagai alat melakukan pembobolan," jelasnya.

Ditanya terkait hasil penyelidikan apakah sudah ada tersangka atau barang bukti yang disita polisi, Widana mengatakan pihaknya belum berhasil menetapkan maupun barang buktinya.

Hal tersebut masih terkendala dengan susahnya mendapatkan data mengenai aliran uang yang berhasil dibobol. "Kemana larinya uang itu ?," ujar Widana mempertanyakan.

Terkait kendala tersebut, kata dia, pihaknya bersama Tim Mabes Polri akan melakukan koordinasi dengan pihak bank, dengan harapan dapat megungkap kasus yang meresahkan para nasabah itu.

Sementara di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gede Sugianyar mengatakan, berdasarkan data yang dikumpulkan dari seluruh jajarannya, saat ini telah ada 18 nasabah yang resmi melapor ke polisi.

"Hingga saat ini kami menangani 18 kasus, dengan rincian sembilan nasabah BCA, empat nasabah BNI dan lima nasabah dari Bank Permata. Kemungkinan masih ada beberapa korban lain, hanya saja belum melapor ke polisi," katanya.

Menurut dia, para korban selain warga lokal dan beberapa warga asing, juga menimpa salah seorang penyanyi top di era 70-an yakni Grace E Simon, yang telah lama menetap di Jalan Jempiring No.20 Klungkung, Bali.

Penyanyi yang juga artis layar perak itu datang melapor ke pihak Ditreskrim Polda Bali sebagai salah seorang korban dari aksi pembobolan bank.

Dalam laporannya, Grace Simon mengaku kehilangan uangnya yang disimpan di ATM BCA sebanyak Rp20 juta. "Dia mengetahui uangnya terkuras saat akan menarik dana di ATM BCA Klungkung pada Sabtu (16/1) lalu," ujar Sugianyar.

Kepada masyarakat luas, Sugianyar mengingatkan untuk selalu berhati-hati bila akan melakukan transaksi menggunakan kartu ATM.

Menurutnya ada beberapa langkah yang perlu dilakukan utuk menghindari terjadinya pembobolan, yakni selalu bertransaksi di mesin ATM yang pengamanannya lengkap, menggganti nomor PIN sesering mungkin dan juga saat memasukkan PIN, kalau perlu nomornya ditutup pakai tangan.

"Kami imbau masyarakat untuk tidak panik. Berdasarkan hasil koordinasi kami dengan pihak bank, mereka komit akan mengganti uang yang hilang jika itu memang kesalahan bank," ucapnya.

Terlepas dari itu, ia menekankan, kewaspadaan dan kehati-hatian masyarakat sangat penting untuk selalu dapat diterapkan dalam setiap langkah di lapangan.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010