PBB, New York (ANTARA News) - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan memperpanjang mandat misi politik PBB di Nepal (UNMIN) di tengah masih bergejolaknya negeri itu menjelang dikeluarkannya sebuah undang-undang baru.

Keputusan itu dituangkan melalui sebuah resolusi yang disahkan secara penuh melalui pemungutan suara terhadap 15 negara anggota Dewan Keamanan di Markas Besar PBB, New York, Kamis.

DK-PBB yang terdiri dari lima anggota tetap dan 10 anggota tidak tetap itu menyatakan sepakat memperpanjang mandat UNMIN hingga 15 Mei 2010, yaitu dua minggu sebelum konstitusi baru Nepal disahkan.

Resolusi itu meminta agar UNMIN tetap bekerja sama dengan pemerintahan setempat dalam mengatur penarikan misi setelah mandat selesai.

UNMIN dibentuk tahun 2007 berdasarkan permintaan Pemerintah Nepal untuk memonitor perlucutan senjata bekas Tentara Kerajaan Nepal maupun lawannya, Partai Komunis Terpadu Nepal-Maoist (UCPN-M).

Kedua pihak itu telah menandatangani perjanjian damai (Comprehensive Peace Agreement-CPA) pada November 2006 sebagai upaya untuk mengakhiri konflik kedua belah pihak yang telah menewaskan 3.000 orang.

Sejak UNMIN dibentuk tahun 2007, Indonesia mengirim sejumlah perwira TNI untuk bergabung dengan misi politik PBB tersebut, yang bertugas di berbagai wilayah di Nepal.

Penasihat Militer Perwakilan Tetap RI untuk PBB di New York, Laksamana TNI Antonius Sugiarto, mengungkapkan saat ini terdapat lima perwira TNI yang sedang bertugas di Nepal, yaitu Mayor (Kav) Sindhu Hanggara di Chula Chuli; Mayor (Kav) Arief Munandar di Rakachuli; Mayor (Arh) Ignatius W. Jatmiko di Dudhauli; Mayor (Inf) Budi Prasetyo di Jurpani serta Kapten (Sus) Joko Nugroho di Rolpa.

Kelimanya mulai bertugas di negara tersebut pada 1 September 2009 lalu, menggantikan perwira-perwira TNI sebelumnya yang telah selesai masa tugasnya di UNMIN.

"Tugas mereka adalah membantu memantau pelaksanaan perlucutan senjata tentara kedua belah pihak (Tentara Kerajaan Nepal dan UCPN-M, red)," kata Antonius.

Satu perwira TNI, yaitu Letkol Laut Sondang Doddy Irawan, meninggal dunia ketika bertugas di Nepal tahun 2008.

Sondang dan enam anggota UNMIN tewas dalam kecelakaan helikopter di Nepal pada 3 Maret 2008, yang juga menewaskan tiga awaknya asal Rusia.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010