Jakarta (ANTARA News) - Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa masalah pembobolan dana nasabah bank melalui penyalahgunaan kartu ATM sudah dapat dikendalikan dan masyarakat tetap aman menggunakan kartu ATM.

"Dari laporan terakhir bank, sampai dengan hari ini tidak terdapat perubahan yang signifikan atas potensi kerugian material pada hari sebelumnya, yaitu sekitar Rp5 miliar dari 4 bank," kata Kepala Biro Humas BI, Difi A. Johansyah dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut Difi, BI juga telah memerintahkan bank untuk mengganti kerugian nasabah segera setelah proses verifikasi kerugian selesai dilakukan.

Sementara bank diminta mengganti kartu ATM nasabah yang dicurigai telah dicuri datanya dan melakukan edukasi kepada nasabah dan masyarakat mengenai keamanan penggunaan kartu ATM. BI juga telah meminta bank untuk memeriksa dan mendeteksi serta meningkatkan keamanan mesin-mesin ATM dan Electronic Data Capture (EDC) baik secara sistem maupun secara fisik atau lokasinya.

BI mengimbau agar nasabah selalu meneliti dan memperhatikan kondisi saat menggunakan mesin ATM maupun EDC.

BI juga memberikan sejumlah tips yang bisa digunakan masyarakat agar terhindar dari pembobolan yaitu melindungi kerahasiaan PIN antara lain dengan mengganti PIN secara berkala, menutup dengan tangan ketika memasukkan PIN sehingga PIN tidak dilihat oleh pihak lain, dan tidak terpancing memberikan PIN kepada pihak lain yang seolah-olah merupakan petugas bank dan meminta nasabah untuk menyebutkan atau menginput nomor PIN

Tips lainnya, memperhatikan kondisi fisik mesin ATM dan sekililingnya dan apabila ada hal-hal yang mencurigakan, nasabah diharapkan tidak menggunakan ATM tersebut dan segera melaporkan kepada pihak bank terdekat dan atau kepada pihak berwajib.

Selain itu, pada saat bertransaksi menggunakan kartu ATM di merchant (toko yang bekerja sama dengan pihak perbankan), diharapkan nasabah memperhatikan kondisi alat EDC, bila terdapat alat (device) mencurigakan yang menempel pada EDC atau hal lain yang mencurigakan, nasabah diimbau tidak bertransaksi dan segera melaporkan kepada pihak bank terdekat atau kepada pihak berwajib.

BI juga menyarankan agar nasabah segera memblokir kartu ATM bila menemukan kejanggalan transaksi, mencari lokasi ATM yang relatif aman, dan tidak mudah percaya dengan bantuan orang lain di sekitar ATM. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010