Bengkulu (ANTARA News) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pusat tidak menemukan gunung api di bawah laut Bengkulu seperti yang dinyatakan sejumlah ahli beberapa waktu lalu.

"Sudah dilakukan penelitian oleh BMKG pusat dan tidak ditemukan ada gunung api di bawah laut perairan Bengkulu," kata Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Yohanes Noor, Sabtu.

Menurutnya, dari hasil penelusuran BMKG pusat, memang ditemukan sebuah gundukan menyerupai gunung di bawah laut tetapi bukan jenis gunung api.

Diperkirakan, gundukan menyerupai gunung itu merupakan batu karang atau lempeng bumi.

"Kalau memang gunung berapi tentu air yang ada di atasnya akan mendidis atau minimal menjadi panas tapi yang ditemukan itu diduga batu karang," katanya.

Sebelumnya Gubernur Bengkulu, Agusrin M Najamudin mengimbau masyarakat agar tidak cemas soal informasi penemuan gunung api raksasa di bawah laut sekitar 330 km arah barat Kota Bengkulu dan prediksi terjadinya gempa bumi di pantai barat Sumatra itu.

Keberadaan gunung api raksasa ini merupakan hasil penelitian gabungan sejumlah lembaga yaitu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) serta Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Gunung api tersebut diperkirakan berdiameter 50 km dan tinggi 4.600 meter dengan lokasi 330 km arah barat Kota Bengkulu.

"Hasil penelitian yang menyebutkan di perairan Bengkulu terdapat gunung berapi belum pernah diinformasikan kepada Pemprov Bengkulu secara resmi," katanya.

Menurut gubernur, masyarakat harus tetap waspada, apalagi Bengkulu memang termasuk daerah rawan bencana gempa bumi karena berada di pertemuan dua lempeng aktif dan terus bergerak yaitu Indoaustralia dan Eurasia serta patahan Sumatra.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010