Bandung (ANTARA News) - Para supporter Persebaya "bonek" secara bertahap dipulangkan setelah laga Persebaya-Persib, Sabtu malam di stadion Si Jalak Harupat di Soreang Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Sebagaimana janji seorang pembina yayasan supporter Surabaya, Wastomi, seluruh "bonek" yang datang ke Bandung sekitar 4000 orang dipulangkan paling lambat Minggu pagi.

Pemulangan 4000 "bonek" usai menyaksikan pertandingan Persib Bandung - Persebaya Surabaya dari Bandung menuju Surabaya menggunakan bus.

"Ada kemungkinan sekitar 40 bus mengangkut supporter secara bertahap dan diperkirakan akan Minggu pagi seluruhnya akan terangkut ke Surabaya," katanya di Bandung, Minggu dini hari.

Sebelumnya, lanjut Wastomi, kepulangan "bonek" akan diusahakan dengan menggunakan kereta api. "Karena situasi masih belum pasti kami berinisiatif untuk menggunakan bus," katanya.

"Saya sudah menghimbau kepada mereka untuk tetap menjaga keamanan dan tidak berbuat hal-hal yang kelak akan merugikan mereka," katanya.

Ia juga menjelaskan kemungkinan besar 4.000 supporter lainnya secara bertahap akan kembali ke daerahnya masing-masing. "Sebagian supporter berasal dari Jakarta dan sekitarnya," katanya.

Sementara itu Humas Daop 2 PT Kereta Api, Bambang S Priyatno mengatakan pihaknya telah mempersiapkan delapan gerbong penumpang kelas tiga dan dua gerbong barang untuk kepulangan para "bonek" ke Surabaya.

"Hingga kini kami masih belum dapat memastikan waktu keberangkatan mereka karena masih ada beberapa penyesuaian jalur," ujar Bambang.

Namun menurut rencana waktu keberangkatan berkisar pukul 01.00 atau pukul 06.00 pada Minggu dini hari.

Sementara itu hingga pukul 00.30 WIB, suasana di Stasiun Kereta Api Rancaekek Kabupaten Bandung petugas polisi telah bersiaga untuk melakukan pengamanan karena rencananya sekitar 4.000 "bonek" akan diberangkatkan.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun ANTARA sebanyak 14 truk mengangkut para supporter Persebaya dari Stadion Si Jalak Harupat ke Stasiun Rancaekek.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010