Jakarta, 24/1 (ANTARA) - Direktur Eksekutif Indo Barometer M.Qodari mengatakan mayoritas responden yang ditanyakan pendapatnya mengenai kasus Bank Century percaya bahwa kebangkrutan bank tersebut tidak akan berdampak sistemik.

Ia mengatakan hal tersebut pada pengumuman hasil survei terbaru yang dilakukan Indo Barometer mengenai Kasus Bank Century di Mata Publik, di Hotel Atlet Century Park Jakarta, Minggu.

Qodari memaparkan bahwa sebanyak 38,7 persen responden percaya kebangkrutan Bank Century tidak menular kepada Bank lain dan bank lain akan tetap hidup dan beroperasi.

"Karena itu, apabila Bank Century dibiarkan bangkrut maka tidak berdampak sistemik, demikian menurut hasil survei ini," ujarnya.

Sedangkan jumlah responden yang mendukung agar Bank Century harus diselamatkan agar tidak bangkrut adalah sebanyak 24,7 persen dan sisanya menjawab tidak tahu sebanyak 36,7 persen.

Selain itu, Qodari juga memaparkan sebanyak 36,3 persen responden percaya kebangkrutan Bank Century tidak akan membuat kepercayaan masyarakat terhadap bank akan hilang karena masyarakat akan tetap percaya dan menyimpan uangnya di bank.

Dan sebanyak 26,2 persen responden mengatakan kebangkrutan Bank Century harus dihindari dan sisanya sebanyak 37,6 persen menjawab tidak tahu.

Namun, sebanyak 58,3 persen responden, menurut Qodari, yakin bahwa kebangkrutan Bank Century terjadi akibat adanya kesalahan mengurus bank dan tindakan kriminal yang dilakukan pengelola bank dibandingkan krisis global di dunia Internasional.

"Hanya 9,5 persen responden yang menjawab kasus ini dipicu oleh krisis global sisanya 32,3 persen menjawab tidak tahu," ujar Qodari.

Qodari menambahkan kasus dana penyelamatan Bank Century juga merupakan isu menarik yang menyita perhatian responden dengan tingkat pengetahuan publik sangat tinggi yaitu sebanyak 77 persen dan angka ini diatas pengetahuan masyarakat tentang program 100 hari pemerintahan sebanyak 49 persen, penahanan Bibit - Chandra sebanyak 69 persen dan hanya kalah dari kasus pembunuhan Nasaruddin Zulkarnaen sebanyak 79 persen.

"Masyarakat juga mengikuti kasus ini terutama untuk pengungkapan penyelewengan aliran dana talangan untuk tujuan yang bukan semestinya," ujarnya.

Lembaga Survei ini menggunakan metodologi dengan waktu pengumpulan data pada tanggal 8 hingga 18 Januari 2010 dan dilaksanakan di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebanyak 1200 orang serta tingkat kesalahan (margin of error) sebesar 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden dipilih melalui metode multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik dewasa dengan pengumpulan data secara wawancara tatap muka secara langsung dengan kuisioner.(*)

Pewarta:
Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010