Jenewa (ANTARA News/AFP) - Badan pengungsi PBB hari Jumat memperingatkan bahwa krisis kemanusiaan di Yaman bagian utara memburuk dengan meningkatnya jumlah pengungsi konflik menjadi sekitar 250.000.

Kantor Komisi Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) mengatakan, pertempuran bergerak secara bertahap dari kota Saada ke arah baratlaut, dan semakin banyak orang meninggalkan provinsi itu karena mereka tidak tahan lagi.

"Krisis kemanusiaan di Yaman memburuk dan kami kini memperkirakan bahwa 250.000 warga sipil mengungsi sejak konflik internal di negara itu meletus pada 2004," kata jurubicara UNHCR Andrej Mahecic.

"Jumlah ini lebih dari dua kali angka pengungsi hingga Agustus 2009 ketika babak pertempuran terakhir meletus," katanya kepada wartawan.

Jumlah pengungsi dari daerah itu, yang terletak di dekat perbatasan dengan Arab Saudi, meningkat hingga sekitar seperlima dalam waktu hanya dua pekan.

Sekitar 12.000 orang dari mereka mencari tempat berlindung di ibukota Yaman, Sanaa, menurut badan pengungsi PBB itu.

Palang Merah Internasional hari Senin memperingatkan bahwa memburuknya dampak konflik telah banyak diabaikan.

Pasukan pemerintah terlibat dalam pertempuran sporadis dengan kelompok pemberontak Syiah di Yaman utara sejak 2004.

Negara-negara Barat dan Arab Saudi, tetangga Yaman, khawatir negara itu akan gagal dan Al-Qaeda memanfaatkan kekacauan yang terjadi untuk memperkuat cengkeraman mereka di negara Arab miskin itu dan mengubahnya menjadi tempat peluncuran untuk serangan-serangan lebih lanjut.

Yaman menjadi sorotan dunia ketika sayap regional Al-Qaeda AQAP menyatakan mendalangi serangan bom gagal terhadap pesawat penumpang AS pada Hari Natal.

AQAP menyatakan pada akhir Desember, mereka memberi tersangka warga Nigeria "alat yang secara teknis canggih" dan mengatakan kepada orang-orang AS bahwa serangan lebih lanjut akan dilakukan.

Para analis khawatir bahwa Yaman akan runtuh akibat pemberontakan Syiah di wilayah utara, gerakan separatis di wilayah selatan dan serangan-serangan Al-Qaeda. Negara miskin itu berbatasan dengan Arab Saudi, negara pengekspor minyak terbesar dunia.

Sanaa menyatakan, pasukan Yaman membunuh puluhan anggota Al-Qaeda dalam dua serangan pada Desember.

Kedutaan Besar Inggris di Sanaa juga menjadi sasaran rencana serangan bunuh diri Al-Qaeda yang digagalkan aparat keamanan Yaman pada pertengahan Desember.

Sebuah sel Al-Qaeda yang dihancurkan di Arhab, 35 kilometer sebelah utara ibukota Yaman tersebut, "bertujuan menyusup dan meledakkan sasaran-sasaran yang mencakup Kedutaan Besar Inggris, kepentingan asing dan bangunan pemerintah", menurut sebuah pernyataan yang dipasang di situs 26Sep.net surat kabar kementerian pertahanan.

Selain pemberontakan, Yaman juga dilanda penculikan warga asing dalam beberapa tahun ini.

Orang-orang suku di kawasan miskin Yaman seringkali melakukan penyanderaan untuk menekan pemerintah agar memberikan bantuan, pekerjaan, atau membebaskan orang-orang suku rekan mereka yang ditahan.

Lebih dari 200 warga asing diculik di Yaman dalam 15 tahun terakhir.

Hampir semua orang yang diculik itu dibebaskan tanpa cedera setelah penengahan yang melibatkan pemimpin-pemimpin suku.

Namun, pada 2000, seorang diplomat Norwegia tewas terperangkap dalam tembak-menembak, dan pada 1998 empat orang Barat tewas tertembak ketika militer berusaha membebaskan mereka dari kelompok muslim garis keras yang menyandera 16 wisatawan.(*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010