Bawaslu: Sanksi tegas dan konkret bagi pelanggar protokol kesehatan

Bawaslu: Sanksi tegas dan konkret bagi pelanggar protokol kesehatan

Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo (Boyke Ledy Watra)

Jakarta (ANTARA) -
Badan Pengawas Pemilu menyebutkan perlunya sanksi tegas dan konkret bagi pelanggar protokol kesehatan dalam Pemilihan kepala daerah serentak 2020.
 
Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo di Jakarta, Selasa, mengatakan, terdapat problematika di Peraturan KPU nomor 6 karena tidak mengatur secara konkret jenis sanksi administrasi terkait pelanggaran protokol kesehatan.
 
"Kalau tidak ada jenis sanksi administrasi ini bertentangan dengan asas legalitas dengan pengenaan sanksi karena kita tidak bisa menghukum seseorang tanpa ada peraturan yang mengatur sebelumnya," kata dia.

Baca juga: Satgas rilis rekomendasi metode kampanye Pilkada Serentak 2020
 
Hal itu lanjutnya mungkin perlu dilakukan perbaikan agar sanksi tegas terhadap pelanggaran protokol kesehatan yang diatur PKPU nomor 6 2020.
 
"Ini lebih konkret kan, misalnya sanksi administrasi ke dalam undang-undang pemilihan kan tegas pembatalan sebagai calon, misalnya pelanggaran terhadap politik uang yang terstruktur sistematis dan masif sanksinya jelas pembatalan," katanya.
 
Khusus untuk pelanggaran protokol kesehatan dalam pilkada lanjut dia, sanksinya memang belum diatur secara tegas oleh KPU.
 
"Saya kira ini perlu diatur secara tegas," kata Ratna Dewi.

Baca juga: Erick Thohir ajak kontestan pilkada bantu pemerintah tekan kasus COVID
 
Sementara itu, berkaitan dengan penanganan pelanggaran tindak pidana pemilihan Bawaslu menurut dia tidak akan akan lempar tanggung jawab sebagai bentuk tanggung jawab Bawaslu di dalam ikut menyelamatkan pemilihan yang sehat aman dan berkualitas.
 
"Tentu kami akan melakukan koordinasi dalam penanganan pelanggaran yang terkait dengan pelanggaran protokol kesehatan yang berada di luar ranah wilayah pemilihan. Nanti kalau terkait dengan pelanggaran hukum lainnya akan kami teruskan kepada kepolisian," ujarnya.
 
Atau, Bawaslu akan meneruskan penanganan pelanggaran tersebut kepada Kementerian dalam negeri maupun Satgas COVID-19 sesuai wewenang penanganannya.

Baca juga: Tim Ahli: Masyarakat masih anggap remeh Protokol Kesehatan

Baca juga: Jokowi minta protokol cegah COVID agar partisipasi Pilkada tinggi
 

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Saat sakit, lakukan isolasi mandiri di rumah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar