Batam (ANTARA News) - "Tiam pan", kue manis terbuat dari beras ketan dan gula merah, di Batam bukan hanya laris dibeli orang Tionghoa untuk sembahyang Tahun Baru Imlek 2561, melainkan laris sebagai oleh-oleh setahun sekali.

"Pembelanja untuk oleh-oleh membeli lebih banyak bahkan hingga satu dus untuk dibawa ke Jakarta atau Medan, padahal orang Tionghoa sendiri umumnya hanya membeli 3-5 buah untuk sembahyang di altar Dewa Dapur," kata Jellvin, pedagang di basar Festival Tionghoa, Batam, Minggu malam.

Ia menuturkan pembelanja "tiam pan" merasa perlu membeli dalam jumlah banyak untuk dibagi-bagikan sebagai oleh-oleh karena hanya ada di pasaran setahun sekali pada menjelang Tahun Baru Imlek.

"Tiam pan" yang biasa disebut kue bakul atau kue keranjang atau dodol cina, di tenda Jellvin diberi merk "Hock Yeo", dilabel "made in" Batam dan tulisan halal, dan dikemas dengan plastik transparan.

Harga per buah Rp10 ribu ukuran kecil dan Rp15 ribu ukuran sedang.

Selain dodol, paket bingkisan Tahun Baru Imlek mulai harga Rp100 ribu hingga Rp2 juta juga mulai ramai dibeli perusahaan-perusahaan swasta dan perorangan.

Dalam paket ini, kata Jellvin yang juga membantu kakaknya di toko Lucky Star di kompleks Bumi Baru Batam, selalu ada manisan buah plum, kacang arab, kacang tanah dan minuman ringan.

Hampir pada setiap tahun, bisnis parsel Imlek selalu stabil, tidak terpengaruh larangan pemberian hadiah kepada pejabat pemerintah, sebab pada umumnya hanya dibeli warga untuk kerabat dekat, dan perusahaan swasta untuk relasi pertikelir.

Perdagangan di basar dan toko aneka buah-buahan dan manisan Tahun Baru Imlek masih ramai pembelanja kendati pentas band campuran musik Mandarin dan Indonesia pada hari ketiga Festival Tinghoa sudah berakhir.

Banyak pengunjung membeli jeruk tien-tien lokam asal Taiwan seharga Rp115 ribu yang sedus berisi 40 butir dan dijamin pasti manis, selain jeruk lokam asal China isi 60 butir yang sedus seharga Rp55 ribu.(Ant/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010