Bukit Asam gandeng Pelindo II optimasi angkutan batubara

Bukit Asam gandeng Pelindo II optimasi angkutan batubara

Dokumentasi - Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang,Sumatera Selatan, Rabu (15/1/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.

Ini saatnya PTBA mengembangkan angkutan batubara yang lebih efisien secara biaya dan operasional
Palembang (ANTARA) - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menggandeng PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) untuk mengoptimasi kapasitas angkutan batubara melalui sungai di Sumatera Selatan.

Keduanya menandatangani perjanjian induk (head of agreement/HoA) dan SK tim bersama pada Jumat (11/9/2020), yang diwakili Direktur Pengembangan Usaha PTBA Fuad IZ Fachroeddin dan Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo II Ogi Rulino.

Sekretaris Perusahaan PTBA Apollonius Andwie C dalam rilis yang diterima di Palembang, Sumsel, Kamis, mengatakan kerja sama pengembangan angkutan batubara ini dilakukan untuk menyukseskan tujuan pembangunan koridor ekonomi Sumatera Selatan sebagai lumbung energi nasional.

Baca juga: Bukit Asam catatkan laba bersih Rp4,06 triliun

PTBA, yang memiliki lokasi tambang jauh dari pelabuhan laut, membutuhkan infrastruktur transportasi memadai untuk mengangkut batubara secara efektif dan efisien hingga sampai ke konsumen.

Ia menjelaskan kerja sama ini sekaligus untuk efisiensi biaya dan penambahan kapasitas volume angkutan batubara.

"Ini saatnya PTBA mengembangkan angkutan batubara yang lebih efisien secara biaya dan operasional," ujar dia.

Ia melanjutkan PTBA berharap kerja sama dengan Pelindo II ini dapat berlanjut untuk mewujudkan peningkatan angkutan batubara sampai dengan 20 juta ton serta komoditas lainnya, termasuk produk hilirisasi batubara.

Hingga Juni 2020, PTBA mampu menghasilkan 11,9 juta ton batubara diiringi dengan kinerja angkutan batubara yang juga menunjukkan performa positif. Selama semester pertama tahun ini, tercatat kapasitas angkutan batu bara mencapai 11,7 juta ton.

Menurut dia, masih terjaganya kinerja operasional perusahaan hingga semester I 2020 tak lain merupakan hasil dari penerapan operational excellence yang berkelanjutan dan perluasan pasar yang menjadi strategi perusahaan dalam menjalankan bisnis tahun ini.

Baca juga: Bukit Asam kucurkan Rp24 miliar bangun tiga GOR di Sumsel
Baca juga: Bukit Asam targetkan produksi batu bara 30,3 juta ton

Pewarta: Dolly Rosana
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menteri BUMN terima bantuan alkes dari China

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar