Helikopter PT NUH mendarat darurat di Paniai di ketinggian 4.700 dpl

Helikopter PT NUH mendarat darurat di Paniai di ketinggian 4.700 dpl

Kepala Basarnas Biak Gusti Anwar Mulyadi saat memberikan pengarahan kepada tim SAR gabungan untuk mengevakuasi helikopter milik PT. NUH di Nabire. (ANTARA/HO/Basarnas Biak)

tim SAR belum bisa mengevakuasi ketiga crew heli
Jayapura (ANTARA) - Kepala Basarnas Biak Gusti Anwar Mulyadi menyatakan sudah menemukan keberadaan helikopter milik PT. National Utility Helicopters (NUH), pada ketinggian 4.700 atas permukaan air laut (dpl) di wilayah Kabupaten Paniai, Papua.
 
"Memang benar, keberadaan heli tersebut sudah ditemukan namun tim SAR belum bisa mengevakuasi ketiga crew heli yang mengangkut bahan makanan ke Baya Biru, Kabupaten Paniai,"  kata Gusti Anwar Mulyadi kepada ANTARA, Jumat.
 
Keberadaan helikopter yang dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan Nabire-Baya Biru, Kamis (17/9) terlihat oleh tim SAR yang terbang dari Enarotali ke Nabire, kata Gusti Anwar.
 
Gusti yang mengaku sudah berada di Nabire untuk memimpin operasi penyelamatan crew heli milik PT. NUH mengatakan, dari laporan yang diterima sempat melihat dua dari tiga crew heli melambaikan tangan.
 
Tim SAR saat ini sedang mempersiapkan berbagai peralatan untuk mengevakuasi ketiga crew, kata Gusti seraya menambahkan, belum dipastikan kapan evakuasi dilakukan karena masih menunggu helikopter yang akan mengangkut tim ke lokasi.
 
Helikopter jenis Bell 212 dengan pilot Capt. Endy Nawalaga, Capt. Erik Kurniawan, dan crew M Aswar Jamal terbang pukul 10.47 wit membawa bahan makanan menuju Baya Biru yang ditempuh sekitar 45 menit dari Nabire.
 

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polda Papua tetapkan tiga tersangka jual beli senjata api

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar