Kunjungi pabrik, Menperin apresiasi protokol kesehatan industri mamin

Kunjungi pabrik, Menperin apresiasi protokol kesehatan industri mamin

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat temu media usai mengunjungi pabrik PT Mayora Indah Tbk di Balaraja, Tangerang, Jumat. ANTARA/Sella Panduarsa Gareta/pri.

Saya kira itu bisa menunjukkan bahwa pabrik-pabrik bisa menunjukkan sebagai komunitas dan sebagai pelaku usaha, punya komitmen yang sangat tinggi untuk mencegah penyebaran COVID-19
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi industri makanan dan minuman (mamin) nasional, PT Mayora Indah Tbk, dalam menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pabrik mereka di Balaraja, Tangerang.

“Mayora telah melaksanakan disiplin protokol kesehatan yang sangat baik. Tadi kami mendapat laporan dari Ketua Satgas COVID-19 di pabrik ini, dan kami menilai apa yang dilakukan Mayora sudah baik,” kata Menperin ditemui usai melakukan kunjungan pabrik Mayora di Balaraja, Tangerang, Jumat.

Menperin menyampaikan, perusahaan juga sangat memerhatikan para pekerjanya dengan melaksanakan tindakan pencegahan penyebaran COVID-19 melalui pemberian suplemen dan vitamin secara rutin, yang diharapkan mampu meningkatkan imunitas pekerja.

“Itu juga kami sambut sangat baik. Antar jemput juga dilakukan oleh pihak perusahaan kepada pekerja untuk itu bisa secara signifikan mengurangi penyebaran virus ini,” kata Menperin.

Menperin menyatakan, sebagai penanaman modal dalam negeri (PMDN), Mayora menunjukkan bahwa produk buatan Indonesia mampu memenuhi cita rasa global, yang dibuktikan dari capaian ekspor Mayora ke lebih dari 100 negara.

Selain itu, beberapa produk Mayora juga memimpin pasar makanan dan minuman di sejumlah negara. Hal ini menyatakan bahwa industri nasional cukup berdaya saing di pasar global.

Untuk itu, Menperin optimistis bahwa sektor industri akan mampu melewati masa pandemi COVID-19 dengan baik.

Ia menambahkan, dari data yang diterima Kemenperin per 18 September 2020, pekerja pabrik yang terpapar COVID-19 angkanya 2 persen dari total paparan virus ini secara keseluruhan di Indonesia.

“Saya kira itu bisa menunjukkan bahwa pabrik-pabrik bisa menunjukkan sebagai komunitas dan sebagai pelaku usaha, punya komitmen yang sangat tinggi untuk mencegah penyebaran COVID-19,” kata Menperin.

Untuk itu, Menperin mendorong agar industri nasional tetap berkontribusi terhadap perekonomian, berinovasi, dan menciptakan produk-produk baru.

“Industri makanan dan minuman merupakan sebuah sektor yang sangat potensial, tidak hanya ketika kita bicara soal domestic market, tapi juga dengan kiat-kiat yang dimiliki, misalnya Mayora, yang bisa mempelajari taste dari negara-negara tujuan ekspor, itu luar biasa. Jadi ini bukan waktunya untuk kita pesimis,” kata Menperin.

Baca juga: Semester II 2020, Menperin optimistis laju industri otomotif melesat

Baca juga: Kemenperin dorong pengembangan industri hulu baja dalam negeri

Baca juga: Dongkrak daya beli, Menperin usulkan pajak mobil baru 0 persen

 

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Menperin lepas ekspor 33 garbarata ke Thailand

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar