Pontianak (ANTARA News) - Ribuan warga Tionghoa di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu malam melakukan sembahyang di kelenteng-kelenteng yang ada di kota itu, untuk menyambut tahun Baru Imlek 2561.

"Kami datang ke kelenteng guna memohon agar diberi kemudahan rezeki," kata Aceng (27) salah seorang pengunjung Kelenteng Vihara Paticca Samuppada di Pontianak, Sabtu malam.

Aceng berharap, ia dan keluarganya diberikan kemudahan mendapatkan rezeki di tahun akan datang, dan berdoa agar bangsa Indonesia dijauhkan dari bencana alam serta praktik tindak pidana korupsi supaya dihapuskan dari muka bumi Indonesia.

"Kita berharap tahun 2010 yang bertepatan dengan shio macan menurut penanggalan China melambangkan kekuasaan, hawa nafsu dan keperkasaan, tidak membuat rakyat Indonesia menjadi sengsara karena elit politik akan berebut kekuasan demi kepentingan pribadi dan kelompok," katanya.

Asap mengepul dari hio yang dibakar oleh setiap pengunjung kelenteng menjadi pemandangan unik tersendiri di setiap kelenteng yang ada di Pontianak dan sekitarnya.

Sementara itu, A Hua salah seorang pengurus Vihara Paticca Samuppada Pontianak, mengatakan, warga Tionghoa mulai mendatangi kelenteng-kelenteng sejak hari mulai gelap, untuk memohon kepada dewa pembawa rezeki agar diberikan kemudahan dalam memperoleh rezeki di tahun depan.

Ia mengatakan, tradisi sembahyang menyambut pergantian Tahun Baru Imlek sudah dilakukan sejak dahulu, sehingga sudah membudaya di kalangan warga Tionghoa yang akan merayakan pergantian Tahun Baru Imlek.

Ratusan kelenteng yang ada Pontianak, dipadati oleh warga Tionghoa yang ingin melaksanakan sembahyang menyambut pergantian Tahun Baru Imlek 2561. Mingu besok (14/2) mulai pukul 05.00 WIB warga Tionghoa kembali melaksanakan sembahyang di kelenteng guna menyambut Tahun Baru Imlek ke-2561 menurut penanggalan China.

Selain mendatangi kelenteng untuk sembahyang, warga Tionghoa juga merayakan pergantian Tahun Baru Imlek dengan membunyikan mercon dan kembang api yang terdengar bersahut-sahutan di berbagai penjuru Kota Pontianak sejak pukul 19.00 WIB, dengan kepercayaan dapat mengusir roh jahat yang bisa membahayakan keselamatan.

Dari pantauan ANTARA di Pontianak terjadi kemacetan di Jalan Gajah Mada dan Tanjungpura, atau kawasan pecinan, ribuan warga tumpah ruah di jalan untuk menyaksikan pesta kembang api yang bersahut-sahutan.

Sementara itu, Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Harso Utumo Suwito, mengatakan, perayaan Imlek disambut suka cita oleh seluruh warga Tionghoa di Kalbar tidak terkecuali yang sudah berganti keyakinan semisal Katolik, Protestan, dan Islam.

"Meski sudah menjadi Katolik atau Islam, semua warga Tionghoa berhak menyambut Tahun Baru Imlek," ujarnya.

(U.A057/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010