40 pegawai jalani swab dari hasil tracing di Kantor Wali Kota Jakpus

40 pegawai jalani swab dari hasil tracing di Kantor Wali Kota Jakpus

Petugas melakukan penyemprotan di lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin (21/9/2020). ANTARA/Livia Kristianti/aa.

40 karyawan yang didaftarkan mengikuti tes usap itu akan menjalanI tes di masing-masing puskesmas yang dekat dengan domisilinya
Jakarta (ANTARA) - Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara menyatakan sebanyak 40 pegawai yang bekerja di Gedung Wali Kota Jakarta Pusat harus menjalani tes usap (swab test) menyusul temuan kasus positif COVID-19 dari hasil pelacakan (tracing)  sebanyak enam orang.

"Hari ini 40 karyawan akan swab dari hasil tracing. Itu kami juga sudah hubungi pimpinan-pimpinan mereka kami ingatkan untuk swab keseluruhan," ujar Bayu di Jakarta, Senin.

Baca juga: 51 petugas damkar sterilkan Kantor Wali Kota Jakpus cegah COVID-19

Bayu mengatakan 40 karyawan yang didaftarkan mengikuti tes usap itu akan menjalanI tes di masing-masing puskesmas yang dekat dengan domisilinya.

"Swab dilakukan di puskesmas-puskesmas yang ada di domisili mereka," kata Bayu.

Selama tiga hari penutupan proses sterilisasi terus berjalan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat dan dilakukan oleh Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat.

Baca juga: Sudinakertrans Jakpus tutup 11 kantor di minggu pertama penerapan PSBB

"Hari ini terus kita sterilisasi  sampai besok bahkan," kata Bayu.

Sebelumnya, sebanyak 51 petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat diturunkan untuk mensterilkan atau menyemprotkan disinfektan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di lingkungan Kantor Wali Kota Jakarta Pusat.

"Para petugas kita bekali sebanyak 13 alat water spray dan juga satu unit watermist untuk mendisinfeksi Kantor Wali Kota Jakarta Pusat. Selain itu kita juga menggunakan bubuk kaporit sebanyak 2,5 kilogram yang dilarutkan 2500 liter air untuk disemprotkan di seluruh gedung," kata Kasudin Gulkarmat Jakarta Pusat Asril Rizal sebelum melakukan penyemprotan disinfektan di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin.

Baca juga: Pemkot Jakpus sidak pelaksanaan PSBB ke OK Bank Juanda

Kantor Wali Kota Jakarta Pusat ditutup sesuai dengan Pergub 88/2020 selama tiga hari sejak Minggu (20/9) hingga Selasa (22/9) karena ditemukannya kasus positif COVID-19.

Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara mengatakan ada enam orang di kantornya yang terkonfirmasi terpapar virus SARS-CoV-2 pada minggu lalu tepatnya pada Sabtu (19/9).

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Sekjen Komisi Yudisial positif COVID-19, kantornya disterilisasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar