Pegiat: Guru Penggerak solusi perubahan pendidikan di Indonesia

Pegiat: Guru Penggerak solusi perubahan pendidikan di Indonesia

Ilustrasi Program Guru Penggerak Kemendikbud (ANTARA/HO- Dok pri)

Jakarta (ANTARA) - Pegiat pendidikan menilai Program Guru Penggerak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dianggap dapat menjadi solusi untuk perubahan pendidikan di Indonesia, terutama di tengah situasi pandemi COVID-19.

Sekretaris Jenderal Ikatan Guru TIK PGRI, Wijaya Kusumah dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menilai program yang dibesut Kemendikbud itu bagus, karena melanjutkan perjuangan yang sudah ada sebelumnya, yakni Agen Perubahan.

Baca juga: Sebanyak 639 pendaftar lulus sebagai Pendamping Calon Guru Penggerak

Baca juga: POP dinilai dorong percepatan adaptasi guru dan tenaga kependidikan


"Program ini menjadi salah satu solusi, karena guru dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada teman-teman sesama guru lainnya di wilayahnya. Bahkan, guru-guru di sekolah perkotaan dapat membagikan pengalaman sehingga transformasinya berjalan dengan cepat," kata Wijaya.

Dia menambahkan Guru Penggerak berarti seorang pengajar yang dapat menggerakkan dirinya dan orang lain untuk lebih meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

"Guru Penggerak berarti mau berbagi tanpa harus diminta. Apa yang bisa kita lakukan, ya lakukan saja seperti belajar menulis dan berbagi melalui WhatsApp, Zoom, atau aplikasi apa pun. Yang penting tidak merugi," tambah dia.

Kemudian, perkembangan teknologi yang semakin pesat menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi para guru untuk mengakselerasi transformasi pendidikan Indonesia.

"Saat ini banyak media yang bisa dimanfaatkan. Kalau dulu dapat berbagi mesti datang ke lokasi, sekarang guru dapat berbagi dari rumah masing-masing lewat online, baik secara langsung maupun tidak langsung," ucapnya.

Baca juga: Kemendikbud: Organisasi Penggerak kedepankan prinsip kehati-hatian

Baca juga: Kemendikbud : Guru Penggerak calon pemimpin masa depan


Berbagi secara langsung dapat melalui telepon atau WhatsApp. Secara tidak langsung bisa melalui Youtube, blog, atau cara virtual lainnya. "Sekarang tergantung guru mau memanfaatkan (teknologi) atau tidak. Inilah yang mesti didorong, yakni mampu memanfaatkan teknologi," paparnya.

Ke depan, dia berharap program Guru Penggerak dapat tetap berjalan, sehingga kemampuan guru tetap terasah dan menjadi guru yang luar biasa.

Sebelumnya Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Iwan Syahril mengatakan guru penggerak berarti fokus pada kualitas para pengajar di bidang kepemimpinan.

"Ada tiga harapan kami untuk Guru Penggerak, yakni mendorong tumbuh kembang murid secara holistik agar memiliki profil Pelajar Pancasila, menjadi pelatih/mentor bagi guru lain untuk pembelajaran yang berpusat pada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi bagi ekosistem pendidikan," kata Iwan.

Pewarta: Indriani
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar