Himbara perlu perbanyak salurkan kredit kepada UMKM baru sektor riil

Himbara perlu perbanyak salurkan kredit kepada UMKM baru sektor riil

Ilustrasi - Salah sato toko UMKM di bidang sandang dan beragam asesoris. ANTARA/M Razi Rahman

Saya minta agar bank-bank ini juga menyasar debitur baru dan penyalurannya tidak hanya bersifat top up bagi debitur terdaftar (existing) yang memerlukan tambahan modal
Jakarta (ANTARA) - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) perlu terus memperbanyak penyaluran kredit kepada UMKM baru di sektor riil, sehingga pemberdayaan dan pemulihan ekonomi nasional tidak hanya terpusat pada kalangan tertentu tetapi bersifat meluas.

"Saya minta agar bank-bank ini juga menyasar debitur baru dan penyalurannya tidak hanya bersifat top up bagi debitur terdaftar (existing) yang memerlukan tambahan modal," kata Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin dalam siaran pers, Kamis.

Sedangkan untuk menjaga likuiditas perbankan dan risiko kredit macet, lanjutnya, penyaluran kredit pun tentu tetap perlu dilakukan secara hati-hati dengan menyeimbangkan porsi kredit terhadap permintaan dari pelaku usaha, prospek bisnis, dan kemampuan bayar debitur.

Puteri menekankan agar bank-bank yang tergabung dalam Himbara tetap memaksimalkan penyaluran kredit pada pelaku UMKM walaupun memiliki segmen bisnis yang beragam.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada Himbara yang telah mencapai target penyaluran kredit dalam rangka penempatan uang negara sebelum tenggat waktu yang diberikan pada akhir September ini.

"Tentunya, pemberian kredit di tengah kondisi keringnya likuiditas yang dialami pelaku UMKM sangatlah dibutuhkan untuk mendukung keberlanjutan usaha. Harapannya, ekspansi kredit ini dapat membantu pulihnya sektor UMKM untuk kemudian mengungkit pertumbuhan ekonomi," kata Puteri.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggandeng empat platform digital yaitu Gojek, Grab Indonesia, Tokopedia, dan Shopee Indonesia untuk memperluas penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) bagi UMKM.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan hal ini sekaligus upaya pemerintah meningkatkan peran UMKM sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi.

"Dalam situasi ini kita berharap platform digital dengan merchant-merchant-nya bisa menjadi selain sebagai akselerator juga memfasilitasi UMKM dan merchant bisa naik kelas," kata Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (23/9).

Airlangga menyebutkan penyaluran KUR kepada UMKM di empat platform digital tersebut akan dilakukan oleh tiga bank Himbara yakni BNI, BRI, dan Bank Mandiri.

Ia optimistis melalui kerja sama antara pemerintah, empat platform digital, dan tiga bank Himbara dapat mendorong pencapaian target penyaluran KUR tahun ini sebesar Rp190 triliun.

Sebelumnya, Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) menyatakan realisasi penyaluran Bantuan Presiden (Banpres) Produktif untuk UMKM senilai Rp2,4 juta/UKM hingga 21 September 2020 mencapai 5.909.647 usaha mikro atau sekitar 64,50 persen.

Staf Khusus Kemenkop-UKM Riza Damanik di Jakarta, Selasa (22/9), mengatakan pemerintah memberikan bantuan kepada 12 juta usaha mikro, masing-masing usaha mikro mendapatkan Rp2,4 juta untuk mengantisipasi dampak pandemi COVID-19.

"Untuk tahap awal, pemerintah memberikan bantuan kepada 9.162.486 usaha mikro. Dari 9.162.486 usaha mikro ini, per 21 September 2020, 64,50 persen atau 5.909.647 usaha mikro sudah mendapatkan bantuan," kata Riza.

Ia menjelaskan, Banpres untuk 9,1 juta usaha mikro yang mencapai Rp22 triliun pada tahap awal ini, diharapkan paling lambat 30 September 2020 sudah tersalurkan semua atau 100 persen.


Baca juga: Tanggapi FinCEN Files, Himbara pastikan transaksi bank RI ikuti aturan

Baca juga: 14.413 UMKM di Riau mendapat bantuan modal dari Himbara

Baca juga: Bank Himbara telah salurkan dana pemerintah Rp79,7 triliun

Baca juga: Himbara dukung industri TPT

 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Banggar usulkan skema anggaran listrik dialokasikan ke Himbara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar