Anak dari pengendara tabrak petugas di Cakung diduga alami kekerasan

Anak dari pengendara tabrak petugas di Cakung diduga alami kekerasan

Seorang anak melintas dekat graffiti "save anak" sebagai bagian dari kampanye perlindungan pada anak di Jakarta, Minggu (28/6/2015). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ss/pd/aa.

Diduga korban kekerasan sebab ada luka lebam
Jakarta (ANTARA) - Polisi menemukan sejumlah indikasi kekerasan fisik pada anak dari pengendara mobil yang menabrak anggota Satpol PP di Posko Pengawasan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (23/9).

"Diduga korban kekerasan sebab ada luka lebam dan sundutan rokok," kata Kapolsek Cakung Kompol Satria di Jakarta, Kamis.

Anak laki-laki yang kini berusia 10 tahun itu memperlihatkan perilaku keterbelakangan mental saat petugas melakukan pemeriksaan di Mapolsek Cakung.

Saat ini anak tersebut telah dititipkan di Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut oleh otoritas terkait.

Anak laki-laki dengan rambut panjang terurai itu diamankan oleh polisi sesaat setelah sang ayah berinisial IBC (50) menerobos barisan petugas yang sedang bertugas melakukan pengawasan Operasi Yustisi di Jalan Irigasi RT01 RW08, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung.

Dalam mobil tersebut terdapat dua orang yakni IBC dan putranya yang sedang dalam perjalanan dari Cakung Timur menuju Kelurahan Ujung Menteng.

IBC yang merupakan orang tua tunggal dari korban diduga mengalami gangguan jiwa karena berperilaku tidak wajar saat akan ditangkap petugas.

Selain melakukan perlawanan terhadap petugas, IBC juga meminta petugas untuk menembak dirinya dengan pistol aparat.

IBC saat ini telah menjalani tes kejiwaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Baca juga: Psikiater dilibatkan periksa kejiwaan penabrak Satpol PP
Baca juga: Satpol PP edukasi peti mati COVID-19 pada remaja penabrak petugas

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Warga terdampak minta pihak AEON Mall bangun saluran air cegah banjir

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar