Sukabumi (ANTARA News) - Para pendukung klub Persib Bandung (Viking) dan pendukung Persija Jakarta (The Jack Mania)  saling lempar batu di perempatan Jalan Cagak, Kecamatan Cibadak Kabupaten Sukabumi, Minggu dinihari.

Informasi yang diperoleh ANTARA News, Minggu, menyebutkan, kejadian tersebut sekitar pukul 01.00 WIB, yang dipicu oleh saling ejek antara kedua pendukung klub sepak bola tersebut.

Ketika itu, puluhan pendukung Persib Bandung sedang nongkrong di salah satu warung dan kemudian melintas pendukung Persija dari arah Jakarta sehingga mereka saling ejek.

Karena kedua kubu ini tidak terima dengan ejekan yang dilontarkan pihak lainnya , maka terjadilah saling lempar batu dan saling serang. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun sempat membuat resah warga sekitar tempat kejadian.

"Keributan ini dipicu oleh saling ejek dan saling lempar batu dari kedua pendukung klub sepak bola tersebut. Aksi mereka sempat membangunkan warga yang saat itu sedang tertidur," kata warga setempat, Jamaludin, Minggu.

Menurut Jamaludin, kejadian itu tidak berlangsung lama karena aparat kepolisian dari Polsek Cibadak langsung datang ke lokasi kejadian, sehingga bentrokan tidak meluas.

"Kami cukup cemas dengan adanya kejadian seperti itu, bahkan saya lihat ada yang membawa benda tajam," tuturnya.

Kapolsek Cibadak AKP Athena Rustandi, mengatakan, di persimpangan jalan Cagak sering terjadi aksi seperti itu karena jalan cagak tersebut adalah daerah perlintasan Jakarta dan Sukabumi.

AKP Athena Rustandi menyebutkan, pada kejadian tersebut tidak ada pendukung yang diamankan karena saat petugas datang, mereka langsung membubarkan diri.

"Para pendukung ini merupakan warga sekitar, namun mereka ada yang mendukung Persib dan Persija. Setiap malam minggu selalu ada kejadian serupa di daerah ini, apalagikalau ada pertandingan kedua klub ini, pasti mereka bertemu dan terjadi bentrokan," katanya.

Athena menambahkan, agar tidak terjadi kejadian serupa, maka Polsek Cibadak menempatkan personelnya untuk berjaga-jaga.(K-SM/A038)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010