"Al-Masih: Putra Sang Perawan" dalam perspektif 3 agama dari Tasaro GK

"Al-Masih: Putra Sang Perawan" dalam perspektif 3 agama dari Tasaro GK

Novel "Al-Masih: Putra Sang Perawan" dalam perspektif tiga agama karya penulis Tasaro GK (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Penulis Tasaro GK, yang salah satunya dikenal melalui novel "Muhammad" akan menerbitkan novel terbarunya tentang sosok Isa Al-Masih, "Al-Masih: Putra Sang Perawan" pada awal Oktober nanti.

Pihak Bentang Pustaka dalam surat elektroniknya, ditulis Minggu mengungkapkan, melalui karya ini Tara mengajak pembaca memahami sosok Isa Al-Masih dari perspektif tiga agama yakni Islam, Kristen dan Yahudi.

Umat Islam menyebut sosok Isa Al-Masih sebagai nabi sementara pemeluk agama Kristen menyebutnya Yesus Kristus. Pun hal-hal yang diajarkan tentang sosok beliau juga berbeda, baik dari segi kisah hidup maupun asal-usulnya.

Baca juga: Pembacaan teatrikal warnai peluncuran buku "Dear Jane"

Sama seperti dalam novel "Muhammad", Tasaro menggabungkan bingkai fiksi dengan biografi dan cerita sejarah dalam novel terbarunya itu. Dia bahkan menggunakan Batavia sebagai salah satu latar cerita.

Sebagai seorang penulis, Tasaro GK pernah meraih penghargaan ide terbaik dalam Kuala Lumpur Trade and Copyright Center (KLTCC) untuk "Al-Masih".

KLTCC merupakan bagian dari rangkaian acara pameran buku internasional di Malaysia, yakni Kuala Lumpur International Book Fair (KLIBF) 2018.

Dalam acara ini, penulis-penulis dari negara ASEAN mengirimkan proposal ide buku yang mereka miliki. Dari sepuluh besar finalis, Tasaro GK meraih peringkat ketiga.

Baca juga: J.K. Rowling sebut karakter yang dikritik di novel terinspirasi fakta

Baca juga: "Air Mata Api", sebuah novel yang terinspirasi dari 12 lagu Iwan Fals


Baca juga: Novel Laksmi Pamuntjak raih penghargaan di Singapore Book Awards 2020

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Satgas luncurkan buku pedoman perubahan perilaku penanganan COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar