Tokyo (ANTARA News) - Iran akan mempelajari tawaran Jepang untuk mengayakan uranium bagi Teheran yang akan membuka peluang bagi Teheran untuk memiliki akses pada energi nuklir untuk tujuan damai, kata politisi Iran di Tokyo seperti dikutip AFP, Kamis.

"Ini adalah substansi yang layak didiskusikan. Kami ingin memperdalam pembahasan mengenai ini," kata pimpinan parlemen Iran Ali Larijani yang sedang melakukan kunjungan ke Tokyo, Rabu, menurut harian bisnis Nikkei.

Jepang telah memberikan tawaran, dengan dukungan Amerika Serikat (AS), pada Desember selama kunjungan juru runding utama nuklir Iran Saeed Jalili ke Tokyo, menurut laporan harian Nikkei, yang Pemerintah Jepang menolak memberikan konfirmasi atau menyangkal.

Satu-satunya negara yang pernah diserang oleh bom atom, Jepang telah lama menjadi pendukung kuat upaya non-proliferasi nuklir dunia, sementara Tokyo juga memiliki hubungan baik dengan Iran, salah satu pemasok energi utamanya.

Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama mendesak Larijani, Rabu, untuk membuktikan kepada dunia bahwa proyek nuklirnya adalah untuk tujuan damai dan tidak untuk membuat bom atau senjata nuklir.

Teheran seharusnya menerapkan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sepenuhnya bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) "untuk menghapus seluruh keraguan terkait perkembangan program nuklir Iran," kata Hatoyama kepada Larijani.

Larijani menyangkal Iran mencoba membangun senjata penghancur massal, sebagaimana yang diduga oleh Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa.

Iran sejauh ini gagal untuk menerima tawaran IAEA untuk mengayakan uraniumnya di Rusia dan memprosesnya di Perancis. Teheran bulan ini mengayakan bahwa pihaknya mulai mengayakan uranium ke tingkat yang lebih tinggi.

Larijani pada Sabtu dijadwalkan untuk melakukan kunjungan ke kota di Jepang barat, Nagasaki, yang dijatuhi bom atom pada akhir Perang Dunia II, tiga hari setelah serangan nuklir AS menghancurluluhkan Hiroshima.

Hatoyama mengatakan dia berharap Larijani akan melihat "kengerian" yang diakibatkan senjata nuklir di Nagasaki.

Perdana Menteri menambahkan bahwa Jepang menghormati Iran sebagai "negara penting" dan berharap dapat memperkuat kerjasama dwipihak lebih jauh.(*)

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010