Bangkitkan eksplorasi kebumian, ikatan ahli geologi adakan IEA-2020

Bangkitkan eksplorasi kebumian, ikatan ahli geologi adakan IEA-2020

Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sukmandaru Prihatmoko (kiri) menyerahkan trofi IAGI Exploration Award 2020 kepada salah satu pemenang di Jakarta, Selasa (29/9/2020). ANTARA/HO-Elnusa/am.

IEA-2020 juga diharapkan mampu menginspirasi, memicu dan memacu minat eksplorasi kebumian untuk membuat discovery baru di bidang migas
Jakarta (ANTARA) - Ikatan Ahli Geologi Indonesia menyelenggarakan IAGI Exploration Award 2020 (IEA-2020) untuk memberi gambaran peran dan kontribusi ahli geologi di lingkup badan usaha/perusahaan dalam eksplorasi kebumian nasional, termasuk penemuan kegiatan eksplorasi dan discovery, inovasi teknologi serta pengembangan SDM.

"IEA-2020 juga diharapkan mampu menginspirasi, memicu dan memacu minat eksplorasi kebumian untuk membuat discovery baru di bidang migas, panasbumi, mineral dan batubara," kata Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sukmandaru Prihatmoko dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis.

Sukmandaru mengatakan Indonesia memiliki sumber daya kebumian yang harus dikelola dengan sebaik-baiknya. Pemerintah tentu berdiri di paling depan dengan tugasnya mengelola sumber daya ini agar memberikan manfaat optimal untuk kesejahteraan rakyat sesuai dengan amanah konstitusi.

Tugas bersama antara Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan termasuk IAGI, adalah mendorong dan memperkuat agar sumber daya kebumian dapat menjadi modal strategis dalam membangun ketahanan dan kedaulatan negara. Khususnya terhadap pengelolaan dan penyediaan energi dan mineral bagi ketahanan energi dan industri nasional. Untuk itu, diperlukan neraca sumber daya kebumian yang positif dan disiapkan dan dikelola secara akurat melalui evaluasi dari waktu ke waktu. Termasuk melalui kegiatan eksplorasi yang sukses dan berkesinambungan.

Sukmandaru Prihatmoko mengingatkan bahwa sumber daya dan cadangan baik migas, minerba maupun panasbumi yang diusahakan pemanfaatannya saat ini sebagian besar merupakan hasil eksplorasi di masa lalu.

"Pemanfaatan yang terus menerus (lifting migas dan penambangan minerba) kalau tidak diimbangi dengan penemuan atau discovery baru, akan mengakibatkan penurunan (depletion) atas angka cadangan dan mendorong negatif neraca sumber daya kita," ujarnya.

Menurut dia, kegiatan eksplorasi adalah untuk masa depan karena hasil eksplorasi yang berupa discovery maupun data-data teknis kebumian akan sangat berguna dalam upaya menyusun inventori kekayaan negara, melakukan pengusahaan atau produksi, menaikkan pendapatan negara, penciptaan lapangan kerja, dan juga secara tidak langsung mendorong pembangunan nasional dan daerah.

Sejak sekitar 10 tahun terakhir, eksplorasi kebumian di bidang-bidang tersebut sangat lesu, bahkan terpuruk, terutama eksplorasi di daerah-daerah baru. Hal ini salah satunya ditandai oleh menurunnya angka penemuan. IAGI memahami bahwa situasi memprihatinkan ini terjadi karena berbagai sebab, di antaranya faktor eksternal seperti harga komoditas, faktor geopolitik regional dan global, apalagi saat ini ditambah dengan masalah yang dihadapi oleh hampir semua negara di dunia yaitu resesi ekonomi akibat pandemi COVID-19.

"Namun faktor internal Indonesia semestinya bisa kita benahi bersama melalui kerja sama dan koordinasi pemerintah dan stakeholder kebumian yang ada. IAGI sebagai salah satu pemangku kepentingan akan terus siap membantu pemerintah seperti yang telah dilakukannya selama ini," katanya.

Untuk itu, Sukmandaru menyampaikan penghargaan IEA-2020 diberikan kepada para champion eksplorasi yang diwadahi dalam badan usaha/ perusahaan, BUMN dan badan usaha swasta, sesuai bidang terkait yaitu migas, panasbumi, mineral dan batubara. Penilaian terhadap badan usaha/ peserta acara ini dilakukan oleh Dewan Juri Independen yang beranggotakan tokoh-tokoh senior eksplorasi nasional dari pemerintah (Kementerian ESDM/Ditjen Migas-SKKMigas, Ditjen EBTKE-Geotermal, Ditjen Minerba dan Badan Geologi), akademisi lintas perguruan tinggi, dan praktisi industri.

Satu catatan yang bisa dikemukakan, kata Sukmandaru, di empat bidang yang dinilai (migas, panasbumi, mineral dan batubara), BUMN mendominasi posisi teratas Best of the Best in Category. Hal ini sangat dapat dipahami, karena di tengah situasi sulit ini, BUMN yang memiliki ketahanan terutama ketahanan finansial ekstra.

Ia mengatakan munculnya badan usaha swasta yang menempati Best of the Best in Category di bidang mineral merupakan fenomena menarik yang dapat dan perlu dikaji dari berbagai sudut pandang. Baik itu sudut pandang pemerintah sebagai pengelola BUMN maupun dari sudut pandang pelaku eksplorasi swasta.

"Dengan demikian hasil IEA-2020 ini akan dapat menjadi referensi dan evaluasi bagi semua pihak, baik pemerintah (sebagai regulator sekaligus pengontrol BUMN), badan usaha swasta, komunitas eksplorasi termasuk IAGI dan lain-lain dalam upaya membangkitkan kembali iklim eksplorasi kebumian nasional," tutup Sukmandaru Prihatmoko.

 IAGI Exploration Award 2020 (IEA-2020) telah berlangsung pada 29 September 2020,

Baca juga: Dukung pengembangan EBT, API kembali gelar forum industri panasbumi
Baca juga: Kadin Indonesia usulkan cost recovery, percepat pemanfaatan panas bumi

Pewarta: Faisal Yunianto
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar