Tempat sementara Pasar Cempaka Putih tunggu garis polisi dibuka

Tempat sementara  Pasar Cempaka Putih tunggu garis polisi dibuka

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengecek kondisi pasar Cempaka Putih yang sempat terbakar dan masih diselidiki penyebabnya oleh Polsek Cempaka Putih. (ANTARA/Livia Kristianti)

masih menunggu hasil penelitian dari Puslabfor Mabes Polri
Jakarta (ANTARA) - Perumda Pasar Jaya masih menunggu dibukanya garis polisi atau police line dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran yang masih menempel di sekitar bangunan Pasar Cempaka Putih sebelum membangun tempat penampungan sementara pemilik 641 kios dan tempat usaha yang terkena dampak.

"Kan di dalam pasar yang sudah terbakar itu ada garis polisi yang belum dicabut. Jadi  untuk melakukan pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) pun belum berproses," kata  Manager Bidang Umum dan Hubungan Masyarakat (Humas) Perumda Pasar Jaya Gatra Vaganza saat ditemui di Gedung Perumda Pasar Jaya, Cikini, Jumat.

Baca juga: Pasar Jaya bangun penampungan bagi pedagang Cempaka Putih minggu depan

Lebih lanjut, Gatra mengatakan jika nantinya TPS dibangun maka dipastikan akan mendapatkan kembali fasilitas-fasilitas pendukung meski belum maksimal seperti saat kondisi bangunan pasar masih utuh.

"Kita akan fasilitasi kios di TPS nanti lebih baik dari kios sementara yang saat ini dibangun secara mandiri oleh para pedagang. Karena kan kios yang dibangun sama pedagang saat ini memang menyalahi aturan juga berdiri di atas saluran air. Nah ini yang akan kami perbaiki di TPS jika sudah selesai dibangun," ujar Gatra.

Baca juga: Wakil Wali Kota Jakpus minta percepat pembangunan Pasar Cempaka Putih

Sementara itu, Kapolsek Cempaka Putih Kompol Chitya Intania mengatakan alasan belum dibukanya garis polisi di TKP Pasar Cempaka Putih yang terbakar karena masih menunggu hasil penelitian dari Puslabfor Mabes Polri.

"Iya jadi hasilnya memang belum keluar dari Labfor Mabes Polri, jika nanti sudah keluar mungkin akan segera kita lepaskan. Sejauh ini sudah tiga orang yang kita mintai keterangan soal terbakarnya Pasar Cempaka Putih,"ujar Chitya.

Seperti diketahui, pada Kamis (24/9) Pasar Cempaka Putih dilalap di jago merah akibat ledakan tabung gas yang berasal dari kios pemotongan ayam.

Baca juga: Pasar Palmerah ditutup tiga hari setelah hasil tes 9 positif COVID-19

Sebanyak 25 unit mobil pemadam diturunkan untuk memadamkan api yang melalap habis 671 tempat usaha di lokasi itu.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi sempat meninjau lokasi kebakaran itu dan mendorong Perumda Pasar Jaya untuk segera membangun TPS yang layak bagi pedagang.

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pasar tradisional daring, cara Pemprov DKI putus penyebaran corona

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar