Serang (ANTARA News) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banten memprakirakan ketinggian gelombang pesisir selatan Banten mencapai 1,5 meter berlaku selama Kamis sampai Sabtu (6/3) mendatang.

Pengamat cuaca dari BMKG Banten Yanti, Kamis malam, memperkirakan, selama tiga hari ke depan ketinggian gelombang selatan Banten berkisar antara 1-1,5 meter dengan kecepatan angin 6-12 knot atau 24 kilometer per jam.

Selain itu, gelombang bergerak dari arah Selatan sampai Barat Daya juga cuaca hujan terjadi siang hingga sore hari dengan intensitas ringan.

Dia memprediksikan, kondisi perairan Selatan Banten aman dan tidak membahayakan nelayan perahu kecil maupun kapal tongkang.

"Saya kira cuaca pesisir selatan Banten berjalan normal," katanya.

Dia juga mengatakan, selama ini cuaca sepanjang pesisir selatan Banten mulai dari Pantai Carita, Panimbang, Tanjung Lesung, Sumur, Binuangeun, Pulau Manuk, Sawarna. Panggarangan, Suka Hujan, Penyaungan sampai Pelabuhanratu, Sukabumi ombak dan angin relatif normal.

Pergerakan ombak dan tiupan angin relatif aman bagi nelayan perahu kincang.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya meminta nelayan perahu kecil bisa dimanfaatkan dengan melaut karena cuaca relatif baik.

"Selama ini kondisi cuaca selatan Banten normal," ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lebak H Edi Wahyudi, saat dihubungi, mengaku, pihaknya sudah menerima laporan cuaca dari BMKG Banten tentang gelombang dan tiupan angin relatif normal.

Untuk itu, pihaknya mengintruksiakn ke seluruh tempat pelelangan ikan (TPI) agar nelayan melaut karena cuaca gelombang dan angin sangat menjamin keselamatan.

"Kami minta nelayan kembali melaut karena selama sepekan terakhir mereka enggan melaut dengan alasan gelombang tinggi," katanya.

Sementara itu, nelayan TPI Bayah mengatakan, sejak dua hari lalu mereka sudah melaut kembali menyusul ombak dan angin tidak begitu besar.

Bahkan, saat ini tangkapan ikan mulai membaik karena setiap pulang bisa membawa uang meskipun penghasilan amsih kecil.

"Kami sejak dua hari ini pulang melaut bisa bawa uang Rp40 ribu bersih setelah dipotong bahan bakar minyak dan retribusi TPI," kata Maman (50) seorang nelayan TPI Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. (MSR/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010