Wall Street dibuka lebih tinggi, pasar fokus pada stimulus AS

Wall Street dibuka lebih tinggi, pasar fokus pada stimulus AS

Ilustrasi - Para pialang sedang bekerja di lantai BUrsa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. ANTARA/Reuters

New York (ANTARA) - Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, dibuka lebih tinggi pada pembukaan perdagangan Rabu pagi waktu setempat karena pasar terus mencari petunjuk lebih lanjut tentang stimulus virus corona.

Tak lama setelah bel pembukaan, Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 329,90 poin atau 1,17 persen menjadi 28.096,66.

Indeks S&P 500 bertambah 37,17 poin, atau 1,11 persen menjadi 3.398,12 dan Indeks Komposit Nasdaq naik 150,07 poin, atau 1,35 persen, menjadi 11.304,67.

Baca juga: Wall Street ditutup jatuh setelah Trump batalkan pembicaraan stimulus

Semua dari 11 sektor utama Indeks S&P 500 naik, dengan sektor material naik lebih dari 1,8 persen pada perdagangan pagi, menjadi memimpin kenaikan.

Pada tweet Selasa malam Presiden AS Donald Trump mendesak Kongres untuk menyetujui dukungan untuk bantuan kepada maskapai penerbangan dan langkah-langkah stimulus lainnya.

Beberapa jam sebelumnya pada sore hari, Presiden Trump meminta negosiator pemerintahannya untuk menarik diri dari pembicaraan dengan Demokrat soal bantuan COVID-19 hingga setelah pemilihan presiden pada bulan November.

Hal itu membuat bingung investor yang berharap anggota parlemen Washington akan segera mencapai kesepakatan.

Ekuitas AS bergerak melemah tajam pada hari Selasa dengan Indeks Dow ditutup turun lebih dari 370 poin setelah Trump membatalkan pembicaraan stimulus.

Baca juga: Wall Street naik karena Trump tinggalkan rumah sakit, harapan stimulus

Investor juga menunggu risalah pertemuan September Bank Sentral AS, Federal Reserve (Fed), yang akan dirilis Rabu sore.

The Fed bulan lalu mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada rekor level terendah mendekati nol dan mengisyaratkan untuk mempertahankan kisaran target ini hingga setidaknya tahun 2023, dengan catatan bahwa nasib ekonomi akan sangat bergantung pada kasus virus corona.

Penerjemah: Risbiani Fardaniah
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar